Partai Idaman Ramdansyah menilai Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang dikembangkan KPU tidak beres.

ilustrasi/Net
BantenNet.com, JAKARTA -Partai yang didirikan raja dangdut Rhoma Irama, Partai Idaman, menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan ketidakadilan.

Sekretaris Jenderal Partai Idaman Ramdansyah menilai Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang dikembangkan KPU tidak beres.

Ramdansyah menyatakan partainya tidak lolos di tahap pendaftaran karena data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi partai politik tidak lengkap. Sementara ada partai lain yang tidak lengkap, namun diloloskan KPU.
"Kami bertanya-tanya, ada perlakuan berbeda. Ada asas penyelenggaran pemilu yang dilanggar dalam prinsip keadilan," ujar Ramdansyah dalam diskusi Populi Center bersama Smart FM di Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

Ramdansyah mengatakan, begitu dinyatakan tidak lolos tahap pendaftaran, Partai Idaman langsung menelusuri Sipol dan data-data di dalamnya. Ia kemudian membandingkan dengan partai-partai yang lolos pendaftaran. Setidaknya ada tiga partai politik yang sudah eksis di DPR RI dianggap lolos, padahal setelah dicek kembali, datanya tidak sesuai.

"Misalnya di Sulawesi Tengah ternyata ada data kosong pas di-klik. Itu sekadar asal upload. Ketika kota buka di Papua Barat, dokumennya kosong, blank, tapi dia lolos," kata Ramdansyah.

Oleh karena itu, Partai Idaman melaporkan dugaan pelanggaran administrasi KPU ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Partainya telah mendapatkan surat registrasi laporan pada Jumat (27/10/2017) malam.

Meski begitu, Ramdansyah mengakui bahwa data yang dimasukkan ke dalam Sipol belum lengkap. Partainya terkendala membuat rekening atas nama partai, sehingga di beberapa daerah data tersebut kosong. Ramdansyah berharap Bawaslu mengabulkan gugatannya bahwa terjadi kejanggalan pengelolaan sistem data dalam Sipol.

Ia mengaku telah mengantungi alat bukti bahwa terjadi perbedaan perlakuan Partai Idaman dengan beberapa partai yang datanya tidak lengkap namun diloloskan.

"Kalau partai itu diloloskan pendaftaran, kami juga dinyatakan ikut lolos daftar," kata Ramdansyah.

> red /Kmps