Camat Bersama Tim Pemkab Tangerang Sidak Pergudangan Pakuhaji

BantenNet.com.KABUPATEN TANGERANG-
Tim gabungan Pemkab Tangerang melakukan Sidak keberadaan pabrik maupun gudang diwilayah pergudangan di Kecamatan Pakuhaji pada Kamis (9/11/2017).

Seperti di lansir Bantensatu.com, Sidak yang dilakukan Tim melihat kelengkapan perizinan dan non perizinan yang dimiliki pergudangan, pabrik maupun Ruko.

Adapun Pabrik, Gudang dan Ruko yang disidak diantaranya Pabrik Karung (plastik) PT. DNU duta negara utama, pabrik korek gas PT. Karya Sukses Mandiri, Gudang petasan PT. Talenta inti Mandiri, Pabrik Kembang Api PT. Bima Sakti Indo Prama, dan Ruko di jalan Kalibaru pemilik PT. Siong Produksi Dufa.

Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Tangerang terdiri dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Disnakertrans, Dinas Tata Ruang dan Bangunan (wasdal), Satpol PP, Humas Kabupaten Tangerang, Camat Pakuhaji, Kapolsek Pakuhaji, dan Danramil.

H. Agus Supriatna selaku Kasi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan A pada DPMPTSP mengatakan Berdasarkan Surat Edaran Bupati Tangerang No. 560/4161-Um/2017 tanggal 30 Oktober 2017, dengan perihal pengendalian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada setiap Perusahaan.

Sejauh ini terdapat pabrik-pabrik yang hingga saat ini dalam bentuk izin usaha, izin mendirikan bangunan, dan kelengkapan persyaratan izin lainnya belum dilengkapi,"jelas Agus.

Demikian halnya dikatakan Camat Pakuhaji Ujat Sudrajat, "Keberadaan pabrik, gudang dan ruko yang tidak memiliki IMB tersebut, sebelumnya sudah diberikan peringatan melalui berbagai macam teguran dan surat edaran.

Memang Terdapat pabrik-pabrik yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tanda bukti sewa-menyewa bangunan dan kelengkapan persyaratan izin lainnya.

Adapun hasil sidak klau ini banyak yang belum melengkapi berbagai macam izin diantaranya, IMB masih belum ada dan belum diperpanjang, Tanda Bukti Sewa-menyewa Gudang tidak ada, Tidak bisa membuktikan kelengkapan persyaratan izin, Tidak memperhatikan aspek pengendalian Keselamatan dan kesehatan kerja, 

Terdapat limbahnya dialirkan ke sungai Cisadane, Upah minimum karyawan masih dibawah rata-rata, Tidak adanya standarisasi peraturan perusahaan, terdapat pabrik yang telah dikunci gembok dan berhenti dengan sendirinya tidak melakukan produksinya lagi.

“Pabrik, gudang dan ruko ini sudah kami peringati melalui surat edaran SP 1, bahkan diberikan keringanan waktu selama 1 Minggu untuk menyelesaikan persyaratan IMB tersebut, tetapi mereka menghiraukannya, oleh karena itu kami terpaksa menghentikan dengan menyegel salah satu tempat bangunan tersebut, dan sisanya diberikan waktu 1 Minggu untuk melengkapi kelengkapan persyaratan izin nya,"ucapnya.

Dedi Sutardi selaku Kabid Wasdal pada Dinas Tata Ruang mengutarakan dalam sidak gabungan ini terdapat bangunan yang di stop bangunan Ruko.

Dihentikan pembangunannya dengan memasang plang stop pembangunan, dikarenakan tidak memiliki izin dan lokasinya berada di sepadan jalan dan sungai. Ruko tersebut terletak di jalan Kalibaru Pakuhaji.

Di sela-sela kegiatan sidak tersebut Kapolsek AKP Suyatno dan Danramil Kapten Raminto mengutarakan dalam rangka menindaklanjuti surat edaran Bupati Tangerang.

Kami siap mendukung, mengawal, membantu mengamankan kegiatan sidak ini, untuk meminimalisir terjadinya beresiko tinggi seperti kejadian kemarin yang berada di Kosambi, agar tidak terulang kembali,” harap Danramil dan Kapolsek Pakuhaji.


>red

Post a Comment

0 Comments