Hari Anak Sedunia, “Anak-anak Adalah Masa Depan”

SEJARAH HARI ANAK SEDUNIA

Hari Anak Sedunia berlangsung setiap tahun pada tanggal 20 November. Penetapan hari universal ini pertama kali dicanangkan oleh Inggris pada tahun 1954 yang kemudian didirikan untuk mendorong negara di seluruh dunia untuk melembagakan hari yang sama. 

Hari Anak Sedunia dibentuk untuk mempromosikan kebersamaan sebagai masyarakat internasional terhadap perlindungan anak, meningkatkan kesadaran di kalangan anak-anak di seluruh dunia, dan meningkatkan kesejahteraan anak.

20 November juga merupakan tanggal penting di mana pada tanggal yang sama tahun 1959, Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Hak Anak.
Pada tanggal yang sama pula tahun 1989 ketika Majelis Umum PBB mengadopsi Konvensi tentang Hak Anak.

Oleh karena itu sejak tahun 1990, Hari Anak Sedunia juga ditandai sebagai peringatan bahwa Majelis Umum PBB mengadopsi deklarasi dan konvensi hak-hak anak.

Meskipun Hari Anak Sedunia berlangsung pada tanggal 20 November, masing-masing negara yang berpartisipasi dalam perayaan ini memiliki tanggal yang berbeda-beda.

Misalnya di Sudan Selatan, misalnya, Hari Anak dirayakan pada tanggal 23 Desember di Kuba pada hari Minggu ketiga bulan Juli, dan di Polandia pada 1 Juni. Di Indonesia, Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984.

Sejak ditetapkan sebagai hari libur, Hari Anak Sedunia diisi oleh berbagai kegiatan dengan tema dan topik yang beragam akan isu-isu terkini seperti komitmen untuk menghentikan HIV/AIDS pada tahun 2015. 

Sementara itu, peringatan Hari Anak Sedunia tahun 2016 di Indonesia yang jatuh pada tanggal 23 Juli lalu diselenggarakan dengan tema “Akhiri Kekerasan pada Anak” yang menyoroti tiga isu utama, yaitu kekeraan seksual pada anak perkawinan anak, dan prostitusi anak.

Tema tersebut diambil dengan memperhatikan berbagai peristiwa dan kejadian yang dialami oleh sebagaian anak Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
CARA MEMPERINGATI HARI ANAK SEDUNIA

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk merayakan Hari Anak Sedunia. Salah satunya adalah dengan memberikan hal-hal yang menyenangkan kepada anak seperti hadiah, liburan, atau mengikuti serangakaian kegiatan di luar rumah yang diselenggarakan oleh instansi tertentu.

Namun demikian, yang terpenting pada perayaan ini adalah bagaimana memaknai Hari Anak Sedunia sejalan dengan tujuan awalnya.

Dalam hal ini, orangtua menjadi aktor penting yang dapat mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. Oleh karena itu, seperti yang dilansir pada laman Lifehack, setidaknya terdapat 6 hal yang masih perlu mendapat perhatian lebih oleh orangtua kepada anak-anak mereka, antara lain:

Ajarkan anak keterampilan sosial

Studi yang dilakukan para peneliti Duke University mengungkap, anak-anak yang menunjukkan kemampuan untuk bekerja sama dan membantu rekan-rekan mereka, serta memahami emosi, dan menyelesaikan masalahnya sendiri, lebih mungkin untuk mendapatkan kesuksesan, jika dibandingkan dengan anak-anak lain yang tidak memiliki keterampilan sosial.

Berikan harapan yang tinggi kepada anak

Secara ilmiah, anak-anak akan berusaha mencapai harapan orangtuanya. Menggantungkan harapan yang tinggi kepada anak menjadi suatu yang penting.

Tanamkan arti penting pendidikan

Studi yang dilakukan University of Michigan menemukan, anak-anak sekarang akan melampaui tingkat pendidikan orangtuanya.

Sayangnya para orangtua yang hamil saat remaja dan tidak mengejar pendidikan lagi, cenderung mempunyai anak yang akhirnya juga putus sekolah.

Di sini peran orangtua menjadi sentral untuk menanamkan pemikiran tentang pentingnya pendidikan.

Bangun hubungan solid dengan anak

Dengan menjalin hubungan yang solid bersama anak, para orangtua dapat dengan mudah memastikan anak-anak mereka berada dalam jalur menuju sukses.

Orangtua juga perlu menanamkan pada anak-anak akan gagasan bahwa hadiah untuk kerja keras adalah perasaan sukses yang datang lebih dari target yang dicapai.

Jangan tularkan stres ke anak

Orangtua yang overprotective terhadap anaknya baik di kehidupan keluarga maupun di lingkungan,pada akhirnya akan memberikan stres kepada anak.

Sebagai orangtua tentu Anda pasti menghadapi banyak situasi yang membuat stres, namun bukan berarti anak Anda menjadi pelampiasannya.

Ajarkan bahwa proses lebih berharga dari hasil

Memberikan hadiah kepada anak ketika si anak berprestasi atau mencapai target tertentu memang menjadi suatu hal yang wajar bagi orangtua.

Namun hal ini bisa menjadi bumerang ketika yang dilihat hanyalah hasil. Anak-anak perlu diajarkan gagasan bahwa proses menjadi suatu yang lebih berharga daripada hasil.


iklan%2BKemendagri

Post a Comment

0 Comments