Pasca Ledakan Pabrik Mercon, Komnas PA dan LPA Gelar Sosialisasi Trauma Healing


BantenNet.com.KABUPATEN TANGERANG -Pasca meledaknya pabrik mercon milik PT. Panca Buana Cahaya Sukses yang  banyak menelan korban jiwa beberapa waktu lalu. Kini menyisakan trauma dan duka yang mendalam bagi warga sekitar, terutama bagi anak-anak.

Melalui  Tim Reaksi Cepat (TRC) Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) bekerja sama dengan kelompok kerja (Pokja) Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kosambi, Kabupaten Tangerang mengadakan kegiatan sosialisasi dan trauma healing di SMPN 1 Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Rabu (1/11/2017).

Dalam sambutannya, Kepala Desa (Kades) Belimbing, H. Maskota menjelaskan, bahwa wilayah Desa Belimbing sudah diperuntukan untuk daerah perindustrian dan pergudangan oleh pemerintah setempat sejak beberapa tahun  lalu dan sudah ada perizinannya.

Menurut Ketua LPA Kabupaten Tangerang, Dewi Sundari mengatakan, adanya pabrik mercon yang berdekatan dengan sekolah sudah jelas melanggar, karena sangat mengganggu aktivitas belajar anak-anak saat bersekolah.

Ini harus ada koordinasi dengan baik dengan seluruh pihak. Mungkin, sekarang sudah banyak kontrol-kontrol sosial di berbagai wilayah.

"Bilamana ada perusahaan ketahuan yang mempekerjakan anak dibawah umur, maka kami akan kasih teguran kesatu, dua dan tiga.

"Jika masih membandel kami akan lakukan tindakan tegas salah satunya menutup perusahaan tersebut,"tegas Dewi.

Sementara itu Sekjen Komnas Perlindungan Anak, Danang Sasongko mengecam kementerian ketenagakerjaan atas kejadian insiden terbakarnya pabrik mercon yang menelan korban anak dibawah umur.

"Terjadinya insiden ini yang harus bertanggung jawab Dinas Ketenagaterjaan dan Perindustrian, karena ini menyangkut kegiatan industri yang berdekatan dengan lingkungan sekolah dan juga kegiatan industri yang melibatkan anak dibawah umur, maka dari itu kami menuntut pihak yang terkait harus bertanggung jawab atas insiden ini," jelas Danang.

Danang mengatakan, bahwa perindustrian tidak bisa berdekatan dengan padat penduduk serta lingkungan sekolah tanpa ada batas jarak serta tidak memperdulikan keselamatan dan pendidikan.

Kami akan mengecek ke absahannya mengenai peruntukan perindustriannya, kejadian ini banyak menimbulkan trauma bagi anak-anak karena bisa berdampak psikis.

"Kami akan membuat surat untuk berkoordinasi dengan pihak pemerintah atau DPR untuk mengkaji, serta mengecek kembali perusahaan-perusahaan yang sudah industry apakah sudah memenuhi aturan atau tidak," ujar Sekjen Komnas Perlindungan Anak.

Di tempat yang sama Kepala  SMPN 1 Belimbing, Yeti Nurhayati sangat menyayangkan terhadap sikap Kades Belimbing yang mengatakan, kalau lokasi yang ditempati sekolah adalah daerah peruntukan industri.

"Sekolah itu harus bersih, sehat, aman, serta tertib, sungguh tidak tepat sekali mendirikan industri berdekatan dengan lingkungan pendidikan, sekolah ini berdiri sejak tahun 1985 sebelum adanya perindustrian, maka dari itu perindustrianlah yang harus ikuti peraturan sekolah,"tegas Kepsek.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Camat Kosambi, Ketua Apdesi Provinsi Banten, Kades Belimbing, Sekjen Komnas Perlindungan Anak, Ketua LPA Kabupaten Tangerang,  Kepala Sekolah SMPN 1 Belimbing, LSM Kampak Mas RI dan siswa-siswi serta orang tua murid.

>Iin 

Post a Comment

0 Comments