Sidharta Buddha Gautama apakah Seorang Muslim? ' Ini Sejarahnya'

Sidharta Buddha Gautama apakah Seorang Muslim? ' Ini Sejarahnya'

Nov 26, 2017, Sunday, November 26, 2017

Bantennet.com. BANTEN — Anda berupa fakta terbaru tentang Sidharta Buddha Gautama yang ternyata seorang Muslim. Bebarapa sumber menyebutkan, bahwa Sidharta Buddha Gautama merupakan Muslim.
Padahal selama ini, Sidharta Buddha Gautama menjadi sosok yang disembah oleh seluruh umat Budha. Berikut, fakta perjalanan sejarahnya.

Sebelum membahasnya lebih mendalam, terlebih dahulu patut Anda ketahui tentang sosok Sidharta Gautama.

1. Sidharta Gautama berasal dari keturunan Nabi Sulaiman AS dan Ratu Balqis yang bernama Nabi Zulkifli. Namun, ada beberapa sumber yang mematahkan dugaan bahwa Sidharta Gautama bukan Nabi Zulkifli. Hal-hal yang menjadi dasar bantahan tersebut seperti:
A. Sidharta Gautama dan Zulkifli memiliki nama dan arti yang sangat berbeda. Zulkifli berarti ‘sanggup’ dan dalam bahasa sansekerta tidak mengenal pemakaian huruf ‘Z’.

B. Sidharta Gautama dan Zulkifli hidup pada zaman yang berbeda. Sidharta Gautama hidup di sekitar tahun 623 SM, sedangkan Zulkifli berada pada tahun 1500 – 1425 SM.

C. Semasa hidupnya Nabi Zulkifli di kenal sebagai seorang Raja. Sedangkan, Sidharta Gautama justru meninggalkan kehidupan mewahnya dan memilih belajar untuk hidup sederhana.

D. Perbedaan makna Nabi dan Budha. Di dalam Islam, Nabi mengandung arti orang yang telah dipilih Allah SWT untuk menerima wahyu dari-Nya dan wajib menyampaikannya kepada umat-Nya. Sedangkan, Buddha berarti orang yang tercerahkan dan di dalam ajaran Buddha setiap orang dapat menjadi seorang Buddha.

E. Sidharta Gautama tidak menyembah siapapun dan mengajarkan untuk mengakhiri penderitaan serta mencapai pencerahan melalui dharma yaitu melakukan perbuatan baik, tidak berbuat jahat, dan melakukan meditasi untuk mendamaikan jiwa.

2. Sidharta Gautama diduga sebagai Nabi Idris AS. Ada beberapa kesamaan di antara keduanya sehingga bisa ditarik kesimpulan, bahwa mereka adalah satu. Berikut landasan dugaan Sidharta Gautama yang merupakan Nabi Idris AS.

A. Memiliki kesamaan yaitu berdakwah kepada orang-orang jahiliyah
B. Keduanya sama-sama melakukan pertapaan atau menyepi untuk mendapatkan pencerahan

C. Ada hadis yang meriwayatkan bahawa ada seorang Nabi dari keturunan seorang Raja

D. Buddha membawa kabar tentang Nabi Muhammad SAW.

3. Sidharta Gautama merupakan anak dari pasangan Raja Suddhodana keturunan dari kaum Sakyas dan Permaisuri Maha Maya yang merupakan puteri dari Raja Anjana. Dia dilahirkan pada akhir abad ketujuh S.M. (tahun 623 S.M.) di bandar Kapilavastu.

Dilansir dari beberapa sumber, beberapa pendapat di atas terkait asal-usul Sidharta Gautama. Ada fakta-fakta yang terdapat dalam ajaran Buddha yang menguatkan, bahwa Sidharta Gautama yaitu, seorang Muslim karena ajaran Buddha tersebut sama dengan ajaran Islam.

Fakta-fakta itu seperti, Buddha mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk tidak makan daging binatang yang mati secara sendirinya dan memerintahkan untuk menyembelihnya. Dan, di dalam teks Kalachakra memuat tentang penjelasan keyakinan umat Islam. Di antaranya:

1. Adanya satu perlindungan Tuhan dengan ciri Tamas (Allah) yang secara langsung menandaskan bahwa Allah berada pada tingkat tertinggi Dewa.

2. Menjaga etika dalam kehidupan bermasyarakat

3. Para Thirtika Tayi melakukan penghormatan sebanyak lima kali yang berarti dalam ajaran Islam adalah salat lima waktu yaitu Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.

4. Tidak diperkenankan untuk membuat patung-patung, karena dapat dianggap berhala atau dalam Islam berarti musyrik
5. Saling menghormati lantaran memiliki derajat yang sama. (Dari Berbagai Sumber)

TerPopuler