Jajaran Polres Tangsel Amankan Belasan Mobil Bermasalah

BantenNet.com. KOTA TANGERANG SELATAN-Tim Vivers Unit Ranmor Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dan 9 Polsek selama  Agustus-November 2017 berhasil mengamankan sebanyak 13 unit kendaraan roda empat berbagai merk diantaranya BMW,Toyota,Honda, terkait persoalan fidusia dengan berbagai modus kejahatan. 

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho mengatakan, Mobil di belakang ini adalah mobil yang bukti kepemilikan kendaraan bermotornya BPKB, masih ada di lising. Jadi para pemilik kendaraan bermotor ini terikat pada pasal 35 dan pasal 36 UU No 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia. Jadi barang ini pun bagi konsumennya belum berarti miliknya secara penuh.

Sebagian kepemilikannya masih di kuasakan pada penerima fidusia/lising/ lembaga pembiayaan,” terangnya.
Dikatakan, jadi belum bisa milik secara penuh bagi penerima didusia,beradasarkan pasal 36 UU No 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia.

Yakni barang-barang yang masih dalam jaminan fidusia dilarang untuk dipindah tangankan/di balik namakan/di sewakan atau sampai diperjual belikan.

Hukumannya berat, karena yang menerima gadai,menerima jual beli/menerima “take over” diancam dengan pidana.

Demikian pula yang mengalihkan tadi kena UU fidusia dan yang menerima gadai, menerima jual serta yang menerima take over,"ujar AKP Alexander. 

“Namanya jual beli mobil logisnya harus ada STNK, BPKB, tanpa itu kita perlu pertanyakan. Berarti itu tidak boleh diperjual belikan. Karena belum milik pembeli sepenuhnya,.karena masih ada pemilikan di lising/lembaga pembiayaan,” terangnya.

Karena itulah kami mengamankan jaminan objek fidusia yg ada di belakang dengan para tersangka yg berjumlah 12 orang yang kami kena kan dengan pasal 36 UU No 42 tahun 1999

“Untuk pembelajaran kepada masyarakat, kalau polisi menyita bukan polisi yang ingin menyita tapi UU, yang memberikan kewenangan kepada polisi,” tandasnya.

Dijelaskan, modus pelaku rata-rata pada awal konsumen mengkredit/ke lembaga pembiayaan/lising. Ketika waktu kredit mobil 2-4 tahun berjalan, ternyata yang bersangkutan tidak mampu meneruskan, kemudian saat ditagih oleh lembaga pembiayaan pelaku melepaskan kendaraan ke orang lain.

“Hati hati kepada masyarakat hal itu tidak baik dan tidak benar dan dilarang oleh hukum.  Pasal 35 No 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia ancaman hukumannya lima tahun penjara,” tegasnya.

Selanjutnya, dipaparkan tahun 2011 terbit peraturan Kapolri No 8 tahun 2011, bahwa eksekusi jaminan fidusia yang dilakukan oleh lising/penerima fidusia harus didampingi aparat kepolisian. Eksekusi boleh dilakukan tapi harus didampingi aparat kepolisian. Hal itu berdasarkan perjanjian kalau tidak mampu membayar rentang waktu tertentu.

“Terkait dengan ini masyarakat yang mempunyai keluhan terhadap debcolektor/mata elang atau siapapun,.silakan langsung laporkan ke polisi. Insyaallah lolisi amankan, karena bukan hak penagih juga, teknisnya harus didampingi pihak kepolisian,” pungkasnya.

>red

Post a Comment

0 Comments