Sosialisasi Kampung KB, Bonus Demografi Modal Dalam Membangun Banten


BantenNet.com. KOTA TANGERANG SELATAN-Jumlah penduduk Banten usia produktif yakni usia 15 sampai 64 tahun mengalami peningkatan secara signifikan. 

Usia produktif dalam jumlah besar tersebut bisa menjadi modal untuk pembangunan di Banten.

Berdasarkan data BPS Banten, hingga tahun 2017, jumlah penduduk Banten mencapai 12,4 juta jiwa, dari jumlah tersebut, sebagian besar berada dimedian usia produktif.

Rikrik Hermawan, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten mengatakan bonus demografi tersebut akan terjadi di Indonesia pada tujuh sampai 10 tahun ke depan. 

Periode ini akan menjadi peluang besar untuk memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) untuk memacu pembangunan.

"Bonus demografi itu dimana penduduk angkatan kerja akan jauh lebih besar dari komposisi penduduk lainnya, ini akan menjadi peluang dalam pembangunan di Banten," ujarnya kepada awak media usai menjadi narasumber sosialisasi Integrasi Kampung KB di Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada, Kamis (28/12/2017).

Usia produktif tersebut, kata Rikrik, akan menjadi lokomotif pembangunan jika kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada mumpuni. 

Salah satu upaya yang dilakukan pihaknya adalah peningkatan kualitas dan ketahanan keluarga melalui program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Namun untuk mencapai hasil maksimal, program KKBPK harus berpadu secara sistemik dan sistematis dengan sektor terkait, misalnya pusat kesehatan masyarakat milik pemerintah maupun swasta dalam membina dan menyediakan fasilitas KB jangka panjang, lembaga pendidikan, lembaga pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan keterampilan hidup melalui berbagai macam pelatihan.

"Hasil dari keterpaduan ini diharapkan cepat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga," imbuhnya.

Dengan pembangunan kependudukan yang terpadu ini, ia berharap kualitas SDM di Banten pun terus meningkat dengan parameter menurunnya angka fertilitas (kelahiran), meningkatnya harapan hidup penduduk.

Sehingga bonus demografi menurutnya menjadi peluang untuk memacu pertumbuhan ekonomi serta memacu kesejahteraan kesempatan emas disertai sumber daya manusia mempunyai kompetensi dan daya saing yang tinggi.

"Jika peningkatan kualitas SDM tidak dilakukan persiapkan, bukan bonus yang akan didapatkan melainkan bencana, dimana tingkat kemiskinan dan pengangguran semakin tinggi, dan angkatan kerja pun akan menjadi beban orang tua maupun beban pemerintah,"tukasnya. 

>red 

Posting Komentar

0 Komentar