BNN Kabupaten Tangerang Gelar Penyuluhan Narkoba di Wilayah Bojong Nangka.


BantenNet.com,  KABUPATEN TANGERANG - Badan Narkotika Nasional ( BNN ) Kabupaten Tangerang bersama Pemerintahan Kecamatan Kelapa Dua  serta Pemerintahan Kelurahan Bojong Nangka mengadakan Penyuluhan Narkoba, Selasa ( 29/5 ) di Lapangan Volly Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang - Banten.

Turut hadir Sekcam, Lurah, Binamas, Kepala Pospol, Babinsa. Para Ketua Rw, Karang Taruna, Puskesmas, LPMK dan Tokoh Masyarakat.

Menurut Lurah Angga menyampaikan, bahwa Kelurahan Bojong Nangka adalah merupakan wilayah terpadat dengan jumlah
35 Rw dan 223 Rt,  tentunya sangat dikhawatirkan menjadi rawan dari tindak kejahatan.

" Sosialisasi ini diadakan agar kita semua dapat membuka wawasan tentang Narkoba yang sangat membahayakan bahkan efeknya lebih dari kejahatan teroris. Kita harus waspadai kejahatan Narkotik dilingkungan," terang Angga dihadapan peserta.

Sementara H Dedi Sutardi selaku Kepala  BNN Kabupaten Tangerang sekaligus narasumber menyampaikan, bahwa ada 3 kejahatan yang masuk Kejahatan Luar Biasa ( KLB ) adalah Korupsi, Teroris dan Narkotika, sehingga penangananya diperlukan badan yang luar biasa pula seperti KPK, BNPT dan BNN.

" Dari ketiganya yg paling berbahaya adalah kejahatan narkotika karena yang diserang siapa saja baik anak kecil maupun orang dewasa pada umumnya generasi muda dan usia produktif," terangnya.

" Serta efeknya seperti domino, misalkan seorang supir pengguna bisa membahayakan penumpang dan pemakai jalan lainnya atau petugas imigrasi bisa membuat kejahatan memasukan tenaga Ilegal atau Narkotik karena petugas tersebut sudah tercandu. Seorang yang telah tercandu akan melakukan apa saja bila sedang sakau," paparnya.

" Indonesia sepertinya sedang akan dihancurkan terutama generasi mudanya, sudah terbukti dengan ditemui ber ton ton Narkoba, maka untuk itulah kita semua khususnya orang tua harus waspada waspada  waspada," tegasnya.

Yang perlu diwaspadai oleh orang tua kepada anaknya dengan ciri ciri yaitu perokok, malas, sering bolos sekolah dan suka mencuri uang.

Bila yang terkena dibawah umur maka yang bertanggung jawab atas perbuatan pemakai  adalah orang tuanya, untuk itu orang tua wajib lapor apabila anaknya terindikasi Narkoba. Pemerintah akan melakukan Rehabilitasi untuk korban pemakai

Untuk meminimalkan pengedaran narkotik,  agar seluruh warga jangan mengkonsumsi sehingga produsenya akan bangkrut.
Karena hukumnya haram maka perlu ada pendekatan agama melalui ceramah dari ustad, tentunya ini perlu  disebarluaskan melalui ceramahnya tentang Bahaya Narkoba.

" Semua pihak harus membantu program pemda TANGERANG GEMILANG TANPA NARKOBA," pungkas H Dedi Sutardi Kepala BNN Kabupaten Tangerang.

>  Sol

Post a Comment

0 Comments