Ketua Umum PWO INDEPENDEN Berikan SK PWOI Provinsi Banten DiJakartaBantenNet

Ketua Umum PWO INDEPENDEN Berikan SK PWOI Provinsi Banten DiJakarta

May 24, 2018, Thursday, May 24, 2018

BantenNet.Com, JAKARTA - Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Independen Nusantara kembali memberikan Surat Keputusan (SK) kepada PWO Independen Provinsi Banten. Penyerahan tersebut langsung diberikan oleh Ketua Umum PWO Independen Nusantara Dra. Marnala Emi Manurung kepada Ketua PWO Independen Provinsi Banten, Jonatan Suyitno,S.Sos dan disaksikan oleh Ketua Dewan Pembina Dr. Suherman Saji S. Pd, M. Pd, Selasa (22/5) sekaligus berbuka puasa di Cafe Rumah Genjing, Jakarta Pusat.

Sebelum dilakukan penyerahan SK PWO Independen Banten, Ketua dan pengurus PWO Independen Banten mendapatkan pencerahan dari Ketua Umum PWO Independen Nusantara dan Ketua Dewan Pembina. Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), H. Taufiq Rachman, SH. S.Sos serta Wakil Sekretaris Jenderal  (Wasekjen)  Nasir Umar, dan dilanjut dengan Berbuka Puasa Bersama

Dikatakan Ketua Umum PWO Independen Nusantara dalam pertemuan tersebut, PWO Independen Banten harus berkibar.

“Provinsi Banten ada sekitar dua belas Kabupaten dan Kota, kibarkan panji-panji PWO Independen di seantero Banten. Fungsikan komposisi struktur yang ada agar roda organisasi ini dapat berjalan sesuai rel-nya,” Jelas Marnala disela sela acara.

Sementara itu, Dr. Suherman Saji S. Pd, M. Pd, menegaskan," Dengan Kehadiran PWO Independen dapat memberikan iklim pemberitaan sesuai dengan penyajian berita harus berpegangan kepada 5 W 1 H, agar berita yang disajikan benar-benar akurat dan tepat sasaran," Tegasnya

“Berita yang disajikan kepada masyarakat harus benar-benar yang akurat berdasarkan 5 W 1 H. Sebagai seorang wartawan harus memiliki kepekaan dalam sebuah peristiwa seperti peristiwa yang terjadi, tempat peristiwa itu terjadi, waktu dan peristiwa yang terjadi, pelaku peristiwa, latar belakang peristiwa itu terjadi serta yang terakhir adalah HOW, bagaimana proses peristiwa itu sampai terjadi, ini menjadi dasar seorang wartawan,” Ungkapnya.

" Disamping itu yang sangat utama bagi wartawan online harus pelajari  serta memahami  Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) , artinya agar tidak terjebak dalam pemberitaan yang disajikan kepada publik," Terang Suherman yang juga Rektor Universitas Attahiriyyah Jakarta.

Bahwa dikatakan didalam UU ITE No 19 Tahun 2016 sangat jelas serta menghindari multitafsir, didalam pasal 27 ayat (3) dalam perubahan UU  ITE menyatakan ketentuan tersebut adalah delik aduan, sebab ada unsur pidana yang  mengacu pada ketentuan pencemaran nama baik dan fitnah yang diatur dalam KUHP.

Lebih lanjut Suherman memaparkan," Zaman era globalisasi sekarang ini masyarakat lebih cenderung percaya dengan pemberitaan yang ada. Karena Masyarakat kita sekarang sudah dewasa dalam menerima pemberitaan melalui online, “Bahkan bisa dibilang sebagian masyarakat menerima dari Online maupun Cetak hampir sama," paparnya.


" Saya berharap PWO Independen harus dapat melawan berita-berita Hoax,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini Wasekjen IPJI Nasir Umar mengatakan," Pihaknya sangat mengapresiasi keberadaan PWO Independen, tentunya keberadaan PWO Independen sangat di dominasi oleh wartawan muda yang tergabung di PWO Independen dan ini sudah pas di era digital sekarang ini.,” katanya.

Namun dengan demikian, Nasir menyatakan," Kalau PWO Independen harus memiliki jaringan disemua lini, agar tak ketinggalan berita," pungkasnya.

“Jaringan komunikasi harus di kedepankan di dalam organisasi PWO ini, baik di Kementerian, Kepala Daerah, SKPD, TNI dan Polri, karena kita butuh berita yang update,” Terangnya.

Bahwa hadirnya PWO Independen Nusantara atas insiator beberapa anggota pengurus di DPP IPJI. Artinya hanya sebatas hubungan emosional “Jadi PWO berdiri sendiri, bukan dibawah lembaga IPJI.  Jadi masalah organisasi  tidak ada kaitan baik secara vertikal maupun horizontal apalagi intervensi ,” Tambah Nasir.

> sol
Iklan Masyarakat

TerPopuler