Residivis Bandar Narkoba Tewas Di Door Polisi

Poto Istimewah /BN

BantenNet.com - KOTA TANGERANG. Melawan saat hendak ditangkap, MG alias Erick (40) residivis bandar narkoba di wilayah Tangerang, tewas diterjang timah panas milik jajaran Satnarkoba Polres Metro Tangerang Kota.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan saat menggelar press release, di ruang Jenazah RSUD Kabupaten Tangerang.

Harry menegaskan, tindakan tegas terhadap residivis bandar narkoba itu terpaksa dilakukan, lantaran saat ditangkap dikontrakannya di wilayah Teluknaga, Kabupaten Tangerang, melakukan perlawanan yang membahyakan petugas.

“Pelaku merupakan residivis atas kasus yang sama, dimana almarhum merupakan target dan pernah kita tangkap pada tahun 2010 lalu dan divonis 5 tahun penjara,” terang Harry, Senin (25/6/2018).

Harry melanjutkan, penangkapan terhadap MG merupakan hasil pengembangan dari tangkapan jajaran Reskrim Polsek Sepatan yang mengamankan satu pelaku berinisial D (39) di Kedung Dalem, Mauk, Kabupaten Tangerang, dan ditemukan 2 paket sabu seberat 2,4 gram.

Dari hasil penyidikan barang haram tersebut di dapat dari MG (almarhum). Kemudian anggota langsung melakukan penangkapan terhadap residivis bandar narkoba MG di  kontrakannya atas dasar informasi tersebut.

“Namun saat dilakukan penggerebekan, pelaku malah melakukan perlawanan dan menyerang petugas dengan vas bunga. Setelah dilakukan tembakan peringatan, tak juga menyerah. Akhirnya anggota pun melakukan tindakan tegas dan mengenai bagian dada pelaku,” ungkapnya.

Saat digeledah, dari tempat residivis bandar narkoba tersebut, ditemukan tiga paket sabu seberat 300 gram, empat alat hisap, timbangan elektrik, pisau, dan pecahan vas bunga yang digunakan untuk menyerang petugas.

“Dari keterangan pelaku D, Almarhum adalah jaringan Narkoba di wilayah Kabupaten Tangerang dan telah menerima pesanan sabu sebanyak 4 kali dalam beberapa hari terakhir,” paparnya.

Lebih dalam ia mengatakan, anggota dari tempat tersebut langsung membawa MG Ke RSUD Kabupaten Tangerang. Namun dalam perjalanan pelaku meninggal. Dan kemudian dilakukan otopsi.

“Sementara untuk Pelaku D kita kenakan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132, UU RI Nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika, dengan ancaman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun dan atau seumur hidup atau hukuman mati,” pungkasnya.

> jar

Post a Comment

0 Comments