Pekerjaan SPAL Di Kecamatan Sukadiri Di Sinyalir Banyak penyimpangan.


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - , Proyek pembangunan saluran pembuang Air Limbah Rumah Tangga (SPAL) , yang menggunakan anggaran APBD tahun 2018, tepatnya di dikampung gintung kaung Rt. 016 Rw. 03 desa gintung kecamatan sukadiri Tangerang dengan nilai anggaran yang tidak diketahui, terindikasi di kerjakan asal-asalan oleh pihak ketiga yang tidak jelas nama perusahaan nya, di karenakan tidak ada papan proyek yang terpasang sebagai wujud transparansi publik,selain papan proyek yang tidak terpasang, pembangunan spal, tersebut volume nya kurang, tidak sesuai dengan bestek, Menurut aktivis sukadiri,imbron kancil kepada BantenNet.com,


“pekerjaan tersebut patut di duga, sengaja di kerjakan asal-asalan,dengan motifasi mendapatkan laba besar semata, tanpa berfikir tanggung jawab terhadap anggaran yang di pakai" kata Imbron.

Proyek yang di anggarakan melalui SPBD Kabupatan Tangerang yang dinkucurkan melalui Kecamtan Sukadiri patut di pertanyakan melihat tidak diketahui atau terpasangnya papan proyek dan Volume Pekerjaan.jelasnya.

Imbron menambahkan " seperti nya di kerjakan tidak sesuai RAB, cenderung terkesan adanya pembiaran dari pengawasan kecmatan dan PPTK, di dari hasil pekerjaan yang secara hitungan baru di kerjakan, akan tetapi kondisi fisik bangunan nya dikerjakan asal asal asalaan, dan pada saat kami bersama rekan rekan meninjau kelapangan dan mengambil gambar pada tanggal 21/05, sangat ajaib dan debuah ke anehan kenapa pekerjaan seperti ini tidak ada tindakan tegas dari pihak pemerintah kecmatan padahal nampak jelas sat diukur ada kejanggalan naik dari pemasangan batu atau yang lainnya bahkan batu pada beterbangan ke atas, ujar imbron kancil.

“Aneh sekali jika pekerjaan yang terkesan banyak penyimpangan tersebut sampai di lakukan pembayaran full, karena sebelum ada pembayaran, seharus nya ada proses pemeriksaan terlebih dahulu oleh team PHO dan dari  inspectorat"

Pekerjaan saluran pembuang di kampung gintung Rt.016 Rw.03, yang pembiayaan nya di serap dari APBD, sangat jelas merugikan pemerintah kabupaten tangerang, dan selaku pengguna anggaran itu, harus mempertanggung jawabkan kerugian yang di timbulkan dari kegiatan tersebut, lanjut imbron kancil.

“Kami aktivis aukadiri akan melaporkan kepada BPK, agar pekerjaan SPAL tersebut segera di periksa ulang, untuk pelaksana dan pejabat pengawas teknis kegiatan (PPTK) agar di beri sangsi tegas, agar tidak lagi ada prilaku culas dan lalai oleh oknum pptk dan pelaksana dalam mengerjakan proyek-proyek pemerintah, tegas imbron.

Sampai dengan berita ini di terbitkan belum ada pihak Kecamatan yang dapat di mintai informasinya.

> ydi
iklan%2BKemendagri

Post a Comment

0 Comments