Tantangan Orang Tua Dalam Mendidik Generasi Muda Di Era Globalisasi


Oleh : Gusti Fairuz Triyana, S.IP

Banten.Net.Com - Jika ingin melihat masa depan suatu bangsa, maka lihatlah keadaan pemudanya hari ini, sosok pemuda bagi masa depan suatu bangsa adalah hal yang sangat penting bagi keberlangsungan suatu bangsa. Pemuda adalah pemegang tunggal estafet kempimpinan dalam membangun bangsa.

Karena kehidupan hili berganti, setiap orang akan menjadi tua dan mati, sehingga pemimpin-peminpin yang tengah memimpin negeri ini suatu saat akan berganti dengan pemimpin-pemimpin yang baru.

Bila diibaratkan matahari, maka usia muda serupa dengan matahari di kala jam 12 siang, dimana matahari bersinar paling terang dan paling panas. Secara fisik pemuda memiliki kekuatan yang lebih, memiliki semangat jiwa muda dalam pengukir prestasi yang membanggakan bagi Bangsa dan Negara.

Sejatinya ditangan pemudalah berlabuh harapan-harapan untuk dapat menjadi bangsa yang lebih baik di masa depan. Namun, kenyataan pahit yang dapat kita lihat sendiri saat ini adalah  betapa memprihatinkannya keadaan akhlak dan moral pemuda masa kini yang menjadi harapan.

Terkontaminasinya generasi saat ini dengan kehidupan modernis menjadi pemicu terhambatnya produktifitas pemuda. Sehingga banyak dari mereka yang berpola pikir egois, berlomba-lomba menunjukan strata sosial, sombong, terjebak narkoba, tawuran, candu  alkohol, malas, dan mudah putus asa.

Bila hal ini terus dibiarkan, perlahan tapi pasti hal ini kan dapat menjadi penyakit yang akan sulit disembuhkan pada diri pemuda. Pemuda Indonesia harus memiliki jiwa yang semangat serta kuat. Karena persaingan global saat ini membutuhkan orang-orang yang optimis, giat bekerja keras dan berkerja cerdas.

Pendidikan Agama Sebagai Pondasi yang paling utama diberikan kepada anak adalah pendidikan agama. Karena agama akan membimbing untuk senantiasa berada dijalan kebaikan, bila seorang anak mengetahui agamanya, aqidah dan tujuan hidupnya Insya Allah ia akan selalu mengingatnya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan serta keluargalah yang utama merupakan kunci dalam penanam nilai-nilai agama kepada anak.

Pemahan agama harus ditanamkan sejak dini oleh orang tua kepada anak-anaknya. Karena dalam nilai-nilai agama diantaranya berbagai nilai-nilai kesantunan, kejujuran dan kesopan diajarkan secara sistematis. Sehingga bila diterapkan sedini mungkin, maka ajaran itu akan tetap terpatri dalam dirinya hingga ia dewasa kelak, sehingga dikemudian hari diharapkan pemuda Indonesia  tidak kehilangan identitas diri sebagai bangsa Indonesia.

Sekolah sebagai penghasil generasi penerus suatu bangsa merupakan indikator kemajuan suatu bangsa. Karena pendidikan diyakini sebagai penghasil para intelektual generasi bangsa yang handal dan cerdas, bertanggung jawab dan juga berakhlak mulia.

Kesalahan fatal yang sering terjadi ialah dimana orang tua yang menyerahkan seluruhnya tanggung jawab  pendidikan anaknya pada sekolah. Padahal, orang tua memiliki andil yang  sangat besar dalam pembentukan akhlak dan  karakter anak, sekolah adalah tempat dimana nilai-nilai karakter yang telah di tanamkan di dalam keluarga dikembangkan.

Kini, di Dunia yang serba individualis kepedulian lingkungan sebagai penuntun perkembangan pemuda pada arah positif adalah hal yang mutlak. Kesadaran bahwa pemuda adalah milik bangsa, milik kita bersama, penerus bangsa yang mestinya dijaga harus kembali dipupuk kembali seperti sedia kala. Masyarakat tidak boleh lagi menutup mata dan tidak peduli terhadap apa yang kini terjadi pada generasi bangsa saat ini.

Keluarga terutama orang tua, sekolah, dan lingkungan adalah 3 faktor utama pembentuk karakter seorang pemuda. Ketiga aspek ini adalah kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Sehingga, keseimbangan pendidikan karakter pada anak tetap seimbang, maka dari orang tua seorang anak mengenal awal tentang agama dan pendidikan, dilanjutkan dengan sekolah sebagai wadah pembelajaran dan menuntut ilmu, serta  lingkungan sebagai tempat pengaplikasian ilmu yang mereka dapat.

Siapa pun kita dan apapun latar belakang kita, kita tetaplah sama (satu posisi) di dalam hal mengawasi, memantau perkembangan pemuda saat ini di Era Globalisasi

> red
iklan%2BKemendagri

Post a Comment

0 Comments