Anggaran sebesar 181.292.000; Proyek Betonisasi DI kampung Tegal Rajeg Di Soal


BantenNet.com, KABUPATEN  TANGERANG - Kegiatan betonisasi yang berlokasi dikampung Tegal Rt.014 Rw.005 Desa Tanjakan Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang yang dikerjakan kontraktor CV.BHADRA diduga tidak sesuai dengan RAB dan terindikasikan asal jadi. Hasil pantauan Rekan rekan LSM dan media dilapangan, pada jumat malam (7/9), kegiatan Betonisasi tersebut ditemukan adanya pengurangan dalam Volume ketebalan dari tinggi bagesting yang ada.


Nampak terlihat jelas adanya kekurangan  dari  volume 15 cm yang seharusnya 17 cm, minimnya pengawasan dari PPTK serta adanya dugaan pembiaran terhadap penyelewengan kualitas.

Tidak  adanya pelaksana PPTK dan pengawas sehingga pengerjaan tersebut di kerjakan terkesan asal jadi,  padahal sudah jelas bahwa kualitas  pembangunan adalah sebuah bentuk jaminan kuslitas bagi Masyrakat sebagi Penerima  Manfaat, masyarakat berharap inspektorat dapat menghitung kekurang volumenya , terutama dari volume keteblan beton dan agregatnya.Terang cecep kepada BntenNet.com.



Sementara itu cecep, yang berada di lokasi pengerjaan menjelaskan kepada BntenNet.com, dengan tidak adanya pengawasan dari pihak terkait sama saja dengan memberikan kesempatan pihak-pihak pemborong nakal,jesanya.

“Seperti pekerjaan yang dilaksanakan CV.BHADRA dengan biaya.181.292.000 yang bersumber dari anggaran APBD provinsi Tahun Anggaran 2018 diduga keras tidak sesuai dengan Aturan yang Ada” tutur cecep

" boborknya sebuah kualitas yang  akan  merugikan masyrakat di kemudin hari di sebabkn kurangnya kepedulin pemerintah untuk mengawsi secara baik"

" Untuk sekarang memng tidak akan terasa tapi kita lihat satu atau dua tahun kedepan ini pasti tidak akan bertahan lama, ini jelas   akan merugikan kita semua sebagai masyarakat yang di mana kita akan menikmati jalan baru tapi kalau pekerjaannya tidak sesuai dengan aturan yang ada atau RAB dengan anggaran yang  besar, hanya mengutungkan pihak pengusaha dan merugikn masyarakat" ujarnya.

Di mana privinsi banten dengan kepemimpinan pak H.  Wahidin Halim berusaha semaksimal mungkin mengurangi adnaya korupsi atau kecurangan dari pihak ketiga, dan kami akan mengumpulkan data untuk menundak lanjutinya ke inspektorat provinsi Banten, jelas Cecep.


> ydi

Posting Komentar

0 Komentar