Masyarakat Dan Petani Bongkar Paksa Gorong Gorong ; Pengembang Beri Harapan


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Para petani Bersma warga Desa Gintung Kecamatan Sukadiri lakukan pembongkar paksa gorong gorong Irigasi yang mengkibatkan penyumbatan aliran sungai irigasi tersendat meski beberapa kali dilkukan musyawarah untuk di lakukan pembongkaran dan di perbaiki semestinya,  pihak pengembang terasa mengabaikan dengan janji yang pernah ucapkan pihak perumahan dengan pemerintah kecamatan sukadiri saat melakukan peninjauan ke lokasi bulan lalau. Papar Rangga selaku warga dan Petani yang persawahan milik keluarganya yang tidak mendapatkan Air Irigasi.

" ini semua akibat saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian di persempit oleh pengembang perumahan dan Para petani pun dibuat meradang namun tak bisa berbuat banyak terkait kondisi tersebut " terangnya kepada BantenNet.com pada ( 2/9 )

Tambah Rangga, kurang lebih ada beberapa Hektar  lahan persawahan milikwarag Desa Gintung tidak mendapatkan air  aplagi yang pling ujung dan sedikit tinggi yang kini tak mendapat air irigasi" tambahnya.

Kami sebagai Warga dan petani menilai akar persoalan sebenarnya bermula dari pengembang perumahan yang telah menyeroboti lahan Irigasi dan mempersempit saluran irigasi, akan tetapi meski mereka mengetahui seakan mengabikan mungkin merasa banyak pendukung dari masyarakat yang tidak merasa di rugikan kali, karna merek tidak merasakan sebagai petani bahkan dugaan kami ada oknum yang berusaha mengbikan jeritan dan keluhan kmi,  Imbuh rangga.

Sementara itu Sukma Ringgit Ketua FORMASI membenarkan adanya pembiaran dan berusaha di abaikan oleh pengembang meski sudah mengetahui adanya penyempitan saluran irigasi dan penyerobitan lahan irigasi oleh pengembng terasa Adem dan tidak berusaha untuk memperbiki saluran irigasi yang tersumbat dan mengembalikan ke semula bagi lahan Saluran irigasi yang di ambil oleh perumhan .

" kurang lebih dengan lebar tiga meter dan panjang 7 meter lahan irigasi yang sudah di serobot pihak Pengembang di tambah lagi dengan gorong gorong yng sudh dipersempit menjadi cukup sudah penderitaan para petani dalam mengairi persawahan "

Dan pihak pemerintah kecamatan sukadiri bersama kepala Desa, BPD dan Tokmas sama sama melihat adanya penyempitan Irigasi bahkan Diduga ada penyerobotan lahan irigasi akan tetapi seakan kebal hukum dan tidak merasa bersalah bahkan camat sukadiri sudah menegur kepada pengembang dengan sangat keras namun sampai saat ini belum ada niatan baik pihak pengembang untuk mengembalikan seperti semula, dan kali ini hal yang sama di lakukan pihak pengembang mengajak kembali untuk meminta Waktu dan memberikan harapan bagi para petani, imbuhnya

Apa yang dilakukan masyarakat adalah bentuk sebuah protes keras kepada pihak perumahan yang sudah berhari hari tidak ada hasilnya kami warga dan para petani bongkar paksa gorong gorong ini agar tida menimbulkan kekeringan bagi persawahan nya.

" Kami dari Formasi akan terus menyikapi keluhan petani dan Dampak lingkungan yang terjadi, jika hal ini terus di biarkan maka akan berdampak gagal Panen bagi Para Petani, sebetul nya jauh sebelum nya kami sudah layangkan surat pemberitahuan terkait segala dampak yang ada ke Pihak terkait seperti Ke pemerintahan Desa, Kecamatan agar dampak aktivitas pembangunan Perumahan Griya Artha Sepatan yang ada di desa gintung agar sesegera di Carikan Solusi nya,namun pihak pemerintahan Desa terasa mengabaikan dan berdiamdiri begitu saja seakan akan tidk mendengarkan keluhan para petani sehingga para petani sempat kesal untuk membongkar paksa gorong gorong,dan diduga ada oknum yang sengaja tidak mau tauh semua ini sehingga keluhan para petani pun tidak terealisasikan"ungkap Sukma

H. Abdullah  saat di hubungi via tlp semua keluhan dan adanya penyerobotan lahan sudah di laporkan kepada Dinas Perkim dan akan sesegera mungkin di tindak lanjuti agar tidak terjadi hal  hal yang tidak di inginkan, Jelas Camat Sukadiri.

> ydi

Post a Comment

0 Comments