Proyek Di Duga Asal Asalan Menjamur ; PPTK Harus Tegas




BantenNet.com,  KABUPATEN TANGERANG - Pembangunan saluran air yang menggunakan anggaran APBD tahun 2018, di Desa Buaran Bambu kampung Empetan RT.03 RW.02 Kecamatan Pakuhaji dengan nilai anggaran 119.273.450,00 terindikasi di kerjakan asal-asalan oleh pihak ketiga
Pengerjaan pembangunan saluran air tersebut diduga mengurangi volume  , tidak sesuai dengan bestek, menurut anggota LSM LP2H Adi  kepada BantenNet.com mengatakan,
“ Pekerjaan tersebut patut di diawasi ,dengan harapan dapat di pertanggung jawabkan terhadap anggaran yang di pakai, Proyek yang di kerjakan CV.PRISMA TIGA BERSAUDARA sepertinya dalam pengerjaannya di luar RAB  terkesan ada pembiaran dari pihak pengawas dan PPTKharus Tegas "

" Melihat  kondisi bangunannya terlihat asal jadi, seperti pemasangan pondasi tidak tampak bekas tanah yang digali sebagai bentuk pondasi awal dan di bawahnya pun tidak ada tumpukan adukan berupa smenpun tidak terlihat sangat ajaib di karenakan nampak jelas pemasangan nya pun berterbangan diatas tanah dan salurannya tadinya kelihatan besar sekarang terlihat mengecil.ucapnya.
Lanjutnya, Petani juga mengeluhkan dengan adanya saluran air yang dibangun bukan malah membaik tapi semakin buruk, ini sangat dikeluhkan petani" tutur adi


Hal senada di ungkapkan Gawil Aktipis pantura " Pekerjaan saluran Air di desa Buaran Bambu kampung Empetan Rt.03 Rw.02 yang pembiayaan nya di serap dari APBD 2018 sangat jelas merugikan uang Negara. Kami mohon kepada Dinas terkait harus bertindak tegas kepada pemborong yang nakal " terangnya.

Sebagai pihak ketiga yang Menggunakan Anggaran  harus mempertanggung jawabkan kerugian yang akan di timbulkan dari kegiatan tersebut, lanjut gawil.

“Kami selaku lembaga kontrol sosial dan Aktivis pantura akan melaporkan kepada BPK, agar pekerjaan saluran Air tersebut segera di periksa, agar di beri sangsi tegas dan tidak lagi ada prilaku culas dan lalai oleh oknum PPTK dan Pengawas dalam mengontrol pekerjan proyek-proyek pemerintah"  tegas gawil

Sampai dengan berita ini di terbitkan belum ada pihak PPTK dan Pengawas kecamatan yang dapat memberikn Informasi .


> ydi

Post a Comment

0 Comments