Balita Satu Setengah Bulan Diduga Mengidap Penyakit Hidrosefalus, Butuh Ularan Tangan Para Dermawan


BantenNet.com , KABUPATEN TANGERANG - Balita bernama Sandi, yang lahir 22 November 2018, warga Kampung Kapling Sukasari Rt 002/04, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, diduga terkena Hidrosefalus, saat ini membutuhkan bantuan kesehatan dari pihak pemerintah setempat.

Sandi bayi berusia satu setengah bulan ini ditinggal pergi orang tua laki-lakinya, selalu dihimpit kemiskinan ekonomi, mengalami besar dikepala saat usianya memasuki satu minggu, usai lahiran melalui operasi caesar dirumah sakit terdekat menggunakan biaya pribadi.

"Habis bayar rumah sakit suami saya pergi tidak kembali lagi, habis caesar dirumah sakit anak saya biasa aja pak, begitu sekitar dapat satu mingguan dilihat kepalanya mulai besar," kata Roisah (19), ibu kandung Sandi dikediamannya, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Kamis (10/1/19) sore.

Menurut Roisah, sampai saat ini  anaknya belum memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, dan tidak mendapat bantuan dari pihak manapun, ia berharap ada belas kasihan orang lain, membantu kesebuhan anaknya untuk perawatan dirumah sakit.

"Anak saya tidak punya jaminan apapun dari pihak lain, dari semenjak lahir tidak ada yang bantu, saya ingin ada yang bantu   buat berobat kerumah sakit sampai anak saya sehat," pintanya.

Ketua Rt 02 Desa Pangkalan, Endang Wijaya mengaku, bahwa balita tersebut adalah warganya, akan tetapi dirinya tidak mengetahui ada balita yang mengalami sakit berat, ia meminta kepada donatur atau masyarakat setempat, agar memberi bantuan kepada warganya yang saat ini mengharap belas kasihan orang lain.

"Ya benar itu warga saya, tapi kalau ada balita sakit butuh bantuan saya belum tahu, karena rumahnya agak jauh dari saya, mungkin wakil saya lebih tahu, tempat dia lebih dekat dengan balita itu, kalau bisa mah dibantu sama-sama, besar atau kecil yang penting kekompakannya," ucap pria yang biasa disapa igo.

Sandi bocah berusia satu setengah bulan ini sedang berjuang melawan penyakitnya, tanpa belaian seorang ayah, yang pergi begitu saja pulang kerumah orang tuanya hingga saat ini belum kembali melihat anaknya.


> ldn/ydi

Posting Komentar

0 Komentar