Warga Keluhkan Polusi Asap; DRPD Periksa PT Harvestindo


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang melakukan sidak ke PT Harvestindo yang berada di Kampung Picung, Desa Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis, Kedatangan wakil rakyat ini untuk memeriksa persoalan polusi asap akibat pembakaran limbah yang dikeluhkan warga.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang Ahmad Supriyadi yang memimpin langsung sidak, didampingi oleh seorang anggota Komisi II Firman Maju S dan seorang staf komisi. Tim tiba di pabrik sekitar pukul 14.00, usai rapat paripurna di gedung DPRD di Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang di Tigaraksa.

“Sidak ke PT Harvestindo ini berhubungan dengan adanya keluhan warga terkait pembakaran limbah yang ada di Kecamatan Sindang Jaya. Namun memang sangat ironis, ketika pembakarannya ada di Sindang Jaya tapi PT-nya ada di Kecamatan Pasar Kemis,” ujar Supriyadi kepada Awak Media usai sidak, denim (21/01/2019).

Menurut Supriyadi, dalam sidak ke pabrik tersebut diketahui bahwa PT Harvestindo memproduksi rospita atau membuat isian bantal dan guling dari botol-botol bekas yang dijual kepada pabrik dari pihak pengepul.

“Saat sidak, pihak PT menjelaskan alur proses dari bahan baku sampai finis. PT Harvestindo memproduksi isian bantal dan guling, dengan menggunakan bahan botol plastik bekas yang dibeli dari pihak pengepul lokal dan impor,” jelasnya.

Namun saat ditanyakan mengenai sisa limbah yang dijual kepada pengolah limbah di Kecamatan Sindang Jaya, Supriyadi mengaku pihak PT tidak bisa memberikan jawaban. Menurutnya, orang yang bertanggung jawab mengurusi limbah pabrik sedang tidak ada di tempat.

“PT belum bisa memberikan jawaban (persoalan limbah) karena pihak yang bertanggung jawab persoalan limbah sedang tidak ada,“ ucapnya.

Supriyadi mengaku, akan kembali berkunjung ke PT Harvestindo secara resmi untuk menulusuri hal-hal ketenagakerjaan secara umum termasuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). “Tujuannya agar perusahaan bisa lebih bagus performanya terhadap iklim investasi,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Komisi II Kabupaten Tangerang, Firman Maju S mengatakan, dalam kujungannya ke PT Harvestindo, selain untuk untuk membuat performa perusahaan menjadi lebih baik juga untuk menjaga tenaga kerja secara langsung.

“Kunjungan ini kan mengawasi. Sesuatu ketika diawasi pasti akan menjadi lebih baik dan nantinya perusahaan akan menjadi lebih berkualitas, serta nantinya tenaga kerjanya bisa lebih terjamin,” imbuhnya.

Sementara itu, Rosfian, yang mewakili PT Harverstindo dihadapan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang mengungkapkan, jika dia hanya menjelaskan proses produksi dan bahan-bahan yang didapat karena mengenai limbah ada yang lebih berhak menjelaskannya.

“Bahan-bahan botol bekas yang terkumpul itu nantinya dicuci terlebih dahulu oleh air panas menggunakan alat khusus agar kuman-kumannya mati. Setelah itu nanti akan diris kecil-kecil dan nantinya akan diproses menjadi rospita atau isian bantal. Untuk bahannya kami dapat dari lokal 30 persen dan  impor 7 persen, dan untuk mengenai limbah nanti bisa dijelaskan oleh yang lebih berhak,” pungkasnya.


> red

iklan%2BKemendagri

Post a Comment

0 Comments