400 Ratus KK Korban Gusuran Bandara Soetta Gelar Aksi Demo


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG -  Penantian warga kampung Rawa   Jati Desa Rawa rengas Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang, selama tiga tahun hak warga di gantung tidak kunjung terselesaikan ,sampai saat ini sedikitnya empat ratus kepala keluarga  nasib nya belum jelas. Tanah mereka di klem orang-orang jauh yang mereka tidak mengenalnya, "Samsudin menegaskan sebelum terjadinya pengusuran Bandara soetta tidak ada yang mengkelm tanah mereka "Toh kenapa sekarang orang-orang yang kami tidak kenal dengan kejinya mengklem dengan modal poto copy doang tanah kami mereka klem tandasnya "

Aksi tersebut dalam pengamanan polsek Teluknaga yang dipimpin langsung Kapolsek Teluknaga AKP Dedi Herdiana.

"Samsudin anggota BPD menambahkan Desa Rawa Rengas, menegaskan sedikitnya empat ratus kepala kelurga ( KK) kampung Rawa jati Desa Rawa Rengas Kecamatan Kosambi,  . Kata dia bahwa banyak tanah warga yang di klem oleh pihak siantury melalui BPN dengan mudahnya BPN memblokir hak mereka, dengan modal poto copy,ini sudah terindikasi oleh pihak-pihak pejabat yang ada diatas. Ini adalah pembangunan membodohan, tanah kami  dari  nenek moyang kami yang harus kami perjuangan sampai titik darah penghabisan dan ketika veripikasi data dipersulit salah satu nama dan alamat di persulit tapi ketika pihak-pihak lain dengan modal poto copy itu diterima untuk pemblokiran. Tegasnya.

Pertempat di Primeter Utara ranway tiga bandara soetta jumat ( 1/3/19) gelar aksi demo..  Wawan setiwan kordinator aksi dengan tegas memaparkan dalam aksinya "kepada  pejabat daerah ataupum pusat kata dia harus memberikan kejelasan kepada nasib kami yang belum jelas masih terkatung-katung. Tuturnya.

Wawan kordinator aksi demo bersama warga, sebelum mengelar aksi bersama menutup akses jalan yang sedang dalam pengerjaan oleh PT PP, dan jalan Primeter utara rawan kecelakaan  menurut warga seblum aksi demo dilaksanakan sekitar pulul 7.00 wib telah terjadi kecelakan roda dua dan korbannyan di larikan ke rumah sakit. Peserta aksi membawa bendera kuning yang melambangkan kematian.Samsudin memaparkan sedikitnya 400 kepala keluarga sudah terkontaminasi polusi udara, dan sudah banyak warga yang terserang gatal-gatal karena rumah mereka sudah di kelilingi tumpukan tanah pembangunan Ranway tiga yg di kerjakan oleh PT PP terangnya.


> jar

Posting Komentar

0 Komentar