F Ponpes Al-Hasaniyah, Suarakan Pemilu Damai Jangan GolputBantenNet.com

Ponpes Al-Hasaniyah, Suarakan Pemilu Damai Jangan Golput

Mar 31, 2019, Sunday, March 31, 2019

BantenNet.com , KABUPATEN TANGERANG-  - Ratusan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hasaniyah mengikuti Tausiyah Kebangsaan bertema "Dari Pesantren Untuk Pemilu Damai 2019" dalam upaya menolak Intimidasi, Golput, Hoax, dan Ujaran Kebencian.

Kegiatan yang berlangsung di Ponpes Al-Hasaniyah, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang ini mengajak para santri untuk menyerukan pemilu damai kepada semua masyarakat. Adapun kegiatan diisi dengan sesi tanya jawab bersama seorang narasumber yaitu M. Mahrusillah Zarkasyih, dosen asal STISNU Tangerang.

Pada kesempatan tersebut, Zarkasyih menyampaikan bahwa pentingnya pemahaman politik untuk dapat ditanamkan kepada para santri sedari dini. Melalui kegiatan Tausiyah Kebangsaan kali ini, dirinya berpesan agar seluruh peserta mampu menerima perbedaan pandangan terkait politik dan menyikapi secara cerdas.

"Pertama para peserta harus cerdas. Cerdas dalam menentukan sikap, dan tentunya tidak golput. Karena ini menentukan bangsa Indonesia ke depan," ungkap Zarkasyih, Minggu (31/3/2019).

Di acara kali ini, dirinya berharap agar para santri mampu menangkal berita hoax, intimidasi, dan bahkan ujaran kebencian yang saat ini marak beredar di Media Sosial. "Jadi harapan kita di acara ini, dari pesantren untuk pemilu damai. Mudah-mudahan pemilu ini berjalan damai, karena pemilu ini adalah acara lima tahunan," ujarnya.

Menurutnya, tausiyah kebangsaan ini menjadi momentum bagi para santri untuk dapat mengenal tentang politik. Dalam berpolitik itu pun para santri harus dapat menghargai sebuah perbedaan. Namun demikian, lanjut Zarkasyih, dalam keseharian di ponpes, para santri ini sebenarnya sudah terlatih untuk menyikapi perbedaan.


"Di sini mereka bertemu dengan berbagai karakter orang. Jadi para santri terbiasa dengan sebuah perbedaan. Dan dalam kajian-kajian fiqih itu pun banyak perbedaan pendapat. Misalnya, ketika cara wudhu kita berbeda dengan yang lain, tapi itu tidak kita persoalkan. Karena bagi kita itu rahmat. Jadi perbedaan pendapat itu adalah Rahmat," jelasnya.

"Maka kegiatan ini menjadi suatu pembelajaran bagi santri. Minimal mereka bisa menyikapi sebuah perbedaan," imbuhnya.

Sementara salah satu santri, Azra menilai bahwa kegiatan tausiyah ini sangat penting diikuti para santri khususnya santri yang sudah mempunyai hak pilih di pemilu 2019. Di sini para santri juga bisa belajar serta memahami dunia politik.

"Intinya kita jadi sedikit tau tentang politik," kata Azra didampingi rekannya.


> ldn/jar

TerPopuler