Ketua RT/RW Ditangkap, Di Duga Dalang Kasus Telanjangi Perempuan Di Cikupa

Ketua RT/RW Ditangkap, Di Duga Dalang Kasus Telanjangi Perempuan Di Cikupa

Nov 15, 2017,
BantenNet.com.KABUPATEN TANGERANG-Ketua Rt dan RW kasus yang diduga dalang tragedi menelanjangi dan mengarak sepasang kekasih di Cikupa baru baru ini ditangkap.

Kelakuan bejat Ketua RT dan RW di Cikupa Tengerang, Provinsi Banten yang menelanjangi dan mengarak MA, perempuan buruh pabrik yang sudah yatim piatu menuai kecaman.

Bukannya melindungi warganya, mereka justru menjadi otak perbuatan biadab tersebut. Polisi akan menjerat mereka dengan pasal berlapis.

Kepolisian Sektor Cikupa sudah meringkus 6 orang yang disangka ikut melakukan penganiayaan terhadap MA dan pacarnya, RN. Mereka adalah G yang merupakan Ketua RW 03 dan T, Ketua RT 07 Sukamulya Cikupa serta 4 warga lainnya yaitu A, I, S dan N.

Mereka mengintimidasi dan menganiaya MA yang saat itu hanya mengenakan celana dalam dan kaos warna biru, agar mau melepas pakaiannya. Karena tidak mau, seperti terlihat dalam video yang kini sudah diblokir, pelaku lantas merenggut dan melepas kaos yang dikenakan MA secara paksa.

Peristiwa naas tersebut terjadi Sabtu malam lalu. Saat itu MA meminta pacarnya mengantar makanan. Namun ketika RN baru masuk dan makan bersama, puluhan warga menggrebeknya.

Mereka dipaksa untuk mengakui telah berbuat mesum. Karena tidak mau mengaku, keduanya lantas ditelanjangi dan diarak sejauh 300 meter sambil direkam menggunakan handphone dan disaksikan puluhan orang.

Hasil rekamannya lantas diunggah ke internet sehingga viral dan menimbulkan kehebohan. Warganet umumnya marah atas tindakan orang-orang dalam video tersebut.

Jika pun MA telah bersalah melakukan tindakan mesum, mestinya diserahkan pada aparat yang berwenang untuk diambil tindakan, bukan dihakimi secara biadab.

Kemarahan nitizen kian memuncak setelah diketahui dari hasil pemeriksaan kepolisian setempat, keduanya tidak terbukti melakukan tindakan asusila, Saat digrebek keduanya masih berpakaian lengkap.

“RN sedang memberikan nasi pada MA ketika tiba-tiba datang sekelompok warga yang menggerebek kontrakan tersebut. Mereka pun langsung membawa pasangan kekasih tersebut dan menuduh mereka melakukan mesum,” tutur Kepala Satreskrim Polres Kota Tangerang, Kompol Wiwin Setiawan.

Atas tindakannya, kini para pelaku ditahan di Polres Tangerang dan akan dijerat pasal berlapis untuk mempetanggungjawabkan perbuatannya yakni Pasal 170 dan 335 KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.

Penderitaan korban, terutama MA, tentu tidak akan berakhir dengan telah ditangkapnya para pelaku. 

Trauma yang dialami perempuan yatim piatu itu sangat mendalam sehingga polisi akan mencarikan psikiater untuk memulihkan tekanan mental dan batinnya.

Buruh pabrik sol sepatu bergaji Rp 80 ribu per hari yang tinggal sendirian di bedeng kontrakan itu tidak akan bisa lagi bekerja.
Meski mungkin kelak mentalnya bisa pulih, namun jiwanya sudah terlanjur hancur. 

Apakah hal itu pernah terpikirkan oleh sang ketua RT dan RW yang telah memposisikan diri sebagi penjaga moral? 
Entahlah.

>red

TerPopuler