F Komisi IX DPR RI Harapkan Kota Tangerang Terus Galakkan Program KBBantenNet.com

Komisi IX DPR RI Harapkan Kota Tangerang Terus Galakkan Program KB

Dec 24, 2017, Sunday, December 24, 2017

BantenNet.com. KOTA TANGERANG- Siti Masrifah, anggota Komisi IX DPR RI Dapil Banten III, mengimbau Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk terus menggalakkan program Keluarga Berencana (KB) serta pemberdayaan penduduk miskin. Pasalnya garis kemiskinan di Kota ini masih tinggi.

Dikatakannya, setiap kali melakukan kunjungan ke beberapa wilayah di Kota Tangerang, ia mendapatkan keluhan dari masyarakat miskin.

Menurutnya hal ini segaris Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2016 lalu yang mencatat garis kemiskinan (GK) Kota Tangerang meningkat sebesar 9,01% dari tahun sebelumnya yang tercatat 7.99 persen.

“Garis Kemiskinan di Kota Tangerang berdasarkan data BPS itu masih yang tertinggi di Banten, sehingga harus semakin banyak program pemberdayaan masyarakat,” ujarnya kepada awak media pada Sosialisasi Integrasi Kampung KB yang dihelat Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (23/12/2017).

Dijelaskannya, salah satu sasaran program Kampung KB adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga prasejahtera. Program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 14 Januari 2016 itu diharapkan dapat menekan angka kemiskinan di Kota Tangerang.

“Program ini harus mendapatkan dukungan lintas sektor, bukan hanya BKKBN, namun juga organisasi perangkat daerah lainnya di Kota Tangerang,” tambahnya.

Kampung KB juga diharapkannya dapat mengurangi jumlah penduduk miskin, karena tujuan program tersebut untuk memenuhi kebutuhan penduduk dalam upaya peningkatkan kualitas hidup sehingga mereka memiliki ketahanan dan kesejahteraan lebih baik.

“Dengan keluarga yang berkualitas, baik dari segi jumlah maupun pola hidup, maka kualitas sumber daya manusia kita juga akan meningkat,” jelasnya.

Dengan demikian, kata politisi perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Pemkot Tangerang akan siap menyongsong era bonus demografi yang akan terjadi di tahun 2030-2045, dimana penduduk dengan usia produktif lebih banyak dari yang tidak produktif.

“Fokus pembangunan harus pada upaya peningkatan kualitas penduduk, sehingga diharapkan kualitas sumber daya manusia meningkat, sehingga angka penduduk miskin dapat dikurangi,” tukasnya.

Diketahui, berdasarkan data BPS Kota Tangerang itu, pengeluaran penduduk miskin Kota Tangerang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya meningkat  Rp455.228 pada tahun 2015 naik menjadi Rp496.349 pada tahun 2016.

Faktor pemicu tingginya garis kemiskinan di Kota Tangerang dikarenakan harga komoditi makanan dan bukan makanan seperti perumahan, listrik, bensin, pendidikan dan kesehatan yang juga tinggi sehingga berdampak pada konsumsi masyarakat kelompok marginal di Kota Tangerang.

Dari 2.035,200 jiwa penduduk Kota Tangerang di tahun 2016, 4.94% adalah penduduk miskin, artinya  masih ada 102.880 jiwa mereka yang hidup dalam kemiskinan. Kondisi ini sebagai peringatan bahwa pemerintah harus semakin serius dalam pengentasan kemiskinan.

>red

TerPopuler