Polres Tangsel Ungkap Penculikan Dan Pencabulan Wanita Dibawah Umur


BantenNet.com. KOTA TANGERANG SELATAN –Polres Tangerang Selatan pimpinan AKBP Fadli Widiyanto Bersama AKP Alexander Yurico melalui Team Vipers Sat Reskrim Polres Tangsel dan Unit Reskrim Polsek Ciputat berhasil meringkus pelaku penculikan dan pencabulan wanita dibawah umur Rabu (19/12/2017), sekitar pukul 21. 30 WIB, di Jl.  Raya gondrong petir, Kel.  Gondrong Tangerang.

Para Pelaku FS (15 thn ), dan HW (19 thn ), di ancam dengan, pasal 83 jo Pasal 76 F dan atau Pasal 82 jo 76 E Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak dan atau 332 KUHPidana, yang mengatur larangan  untuk menculik dan memberikan ancaman sehingga terjadi persetubuhan terhadap anak, dengan dasar, Laporan Polisi Nomor : 42 /K/XII/2017/Sek Ciputat/ Senin 18 Desember 2017.

Tempat kejadian perkara (TKP), di Jln. Aria putra, Gg.Suka makmur, Rt.004/001, Kel.Serua, Kec.Ciputat, Kota Tangsel, dengan Korban wanita di bawah umur inisial, ASS (13).

Menurut Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto, " Bahwa dari keterangan Petugas, kronologis kejadian berawal, Minggu tanggal 17 Desember 2017, sekira jam 11.00 WIB, ASS (13) dijemput oleh  FS ( 15 thn ) dan HW ( 19 thn ) Kemudian kedua pelaku mengajak korban naik angkot,  menuju stasiun KA, Sudimara," terangnya.

Selanjutnya pelaku dan korban menuju kota Tua Jakarta Barat, setelah dari Kota Tua, kedua pelaku beserta korban menuju kontrakan pelaku HW ( 19 thn ) yang terletak di Jl.  Kampung pulo Rt. 07/08,  Kel. Duri Kosambi,  Kec. Cengkareng Jakarta Barat, dan selama 3 (tiga) hari korban bersama 2 pelaku berada di sebuah kontrakan.

" Dari hasil pengakuan tersangka FS ( 15 thn ) selama 3 hari di persembunyianya, mengakui telah melakukan persetubuhan sebanyak 3 (tiga) kali. Guna mempertanggung jawabkan perbuatanya, para Pelaku di gelandang ke Makopolres Tangerang Selatan, untuk penyelidikan lebih lanjut," jelas Fadli.

Lebih lanjut Fadli mengatakan," Korban saat ini masih syok ketika ditanya oleh petugas, hanya bisa menjawab beberpa pertanyaan, saja," katanya.

Hal inipun dikatakan Alexander menandaskan," Kami melakukan kordinasi dengan P2TP2A Tangsel serta pemeriksaan bersama balai pemsyarakatan ( BAPAS ) guna mengetahui korban adanya gangguan psikologis, sedangkan kami juga sudah menghubungi pihak sekolah dan orang tua untuk memeriksakan kondisi korban selama dalam pengawasan dari P2TP2A dan Satgas Kekerasan Anak Tangerang Selatan," pungkasnya.

>soleh 

Post a Comment

0 Comments