F Masyarakat Boleh Sosialisasikan Kotak Kosong; Asal Jangan Kampanye -->

Masyarakat Boleh Sosialisasikan Kotak Kosong; Asal Jangan Kampanye

Selasa, Maret 13, 2018, Maret 13, 2018

BantenNet.com, KOTA TANGERANG - Rabu 27 juni 2018 mendatang ada 171 daerah menggelar Pilkada serentak, Sementara 13 daerah di seluruh Indonesia yang bakal melawan ‘Kotak Kosong’ . Di tanah jawara Banten, dari 4 (empat) daerah yang mengikuti pilkada serentak, 3 (tiga) diantaranya bakal diikuti satu pasangan alias calon tunggal dipastikan melawan kotak kosong, yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Kota Tangerang, Sanusi Pane menyatakan, masyarakat dipersilahkan mensosialisasikan keberadaan kotak kosong, Asalkan tidak mengkampanyekan.

“Silahkan masyarakat mensosialisasikan kotak kosong. Karena itu sah, ada. Hanya yang perlu diperhatikan oleh masyarakat, tidak boleh mengkampanyekan kotak kosong itu,” jelas Sanusi pada kesempatan “Pengawasan Kampanye Pasangan Calon Dalam Pilkada Kota Tangerang Tahun 2018” dengan Forum Wartawan Tangerang, Kemarin.

Menurut Sanusi, kotok kosong memang sah dan ada, selain calon pasangan yang sudah ada. Namun ia berpegangan pada peraturan (UU) yang berlaku.

“Kita harus taat kepada Undang-undang, oleh karenanya kotak kosong bisa disosialisasikan namun sekali lagi tidak boleh dikampanyekan. Memang ini beda-beda tipis,” kata dia. “ Karena kotak kosong juga tidak ada tim sukses, saksi dan lain sebagainya,” sambungnya.

Sanusi mengegaskan, kotak kosong itu tidak ada regulasinya. “ Yang perlu saya ingatkan kepada masyarakat, bahwa jangan sampai ketika mensosialisasikan kotak kosong itu dapat menimbulkan sanksi-sanksi atau pidana diluar pidana pilkada,” tegasnya.

“Masyarakat boleh mensosialisasikan selain memilih pasangan calon, bahwa ada juga pilihan lain yaitu kotak kosong. Jadi itu paket lengkap namanya,” tandas mantan jurnalis ini.

Sementara itu Ketua Panwaslu Kota Tangerang Agus Muslim, yang juga hadir dalam kesempatan itu menambahkan, keberadaan kotak kosong tidak diatur dalam soal mensosialisasikan/mengkampanyekan dimuka umum.

“Saat kami semua rapat dengan Polda Banten, kita juga membahas ini. Bagaimana kalau ada kotak kosong kampanye?. Karena tidak diatur, yah sudah akhirnya kita sepakati seperti izin pemberian demo. Karena memang tidak ada aturanya, konteksnya yah seperti demo,” jelas Agus menjawab soal mekanisme penyampaian kotak kosong dimuka umum itu.

“Bagaimana dengan Panwas, karena tidak ada regulasinya, yah kita (Panwas) tidur aja. Karena itu tugasnya polisi,” cetus Agus sambil tertawa.

Diketahui, Pemilihan Walikota/Wakil Walikota Tangerang (Pilkada Serentak) untuk masa jabatan 2018-2023, diikuti pasangan incumbent, Arief Wismansyah dengan Sachrudin. Keduanya didukung oleh 12 partai politik, yakni Partai Golkar, Demokrat, PAN, PKS, PPP, PKB, Hanura, Perindo, Gerindra, Nasdem, PDIP.

Diketahui, Menurut Undang-Undang Pilkada Nomor. 10 tahun 2016, calon tunggal dinyatakan menang jika mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari suara sah. Namun, apabila kurang dari 50 persen dari suara yang sah, maka yang menang adalah kolom kosong alias kotak kosong.

>red / BantenEkspos

TerPopuler