Keluarga Korban Berharap Empat Orang Debt Collector Segera Ditangkap


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - .Sutiyah (52)  istri dari korban Yakup, masih marasakan kepedihan duka yang mendalam, atas kepergian suaminya untuk selama-lamanya. Pasalnya korban meninggal saat cekcok adu mulut dengan 4 orang debt collecto, yang ingin mengambil motor milik korban ditengah jalan.menurut keterangan saksi "Ers empat orang debt Collector sempet ngambil kunci motor Yakub yang masih menggantung, dan Yakub meminta agar kunci yang diambil di kembalikan imbuhnya kepada BantenNet.com.

" Sutiyah didampingi keluarga melaporkan kejadian yang me nimpah suami nya. setelah membuat laporan di Polsek Teluknaga dengan nomor LP/122/B/lV/2018/PMJ/Restro Tng Kota/Sek Tl Naga, Sutiyah berharap para pelaku secepatnya ditangkap oleh Kepolisian Polsek Teluknaga, agar tidak ada lagi korban berikutnya.

“Terus terang saya udah enggak bisa nangis lagi, berusaha untuk tegar, saya hanya ingin Pak Polisi tangkep para pelakunya,” ucap Sutiyah (52) saat ditemui dikediamannya Kampung Benda Baru, Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Sabtu (21/04/2018)

Ia ingin para pelaku ditangkap dan dihukum dengan seberat-beratnya, sesusai dengan apa yang telah dia perbuat, yang menyebabkan suaminya meninggal dunia, saat membawa ikan dagangannya dijalan Raya Bojong Renged, Desa Rawa Rengas.

“Harus sesuai hukumannya, suami saya kan sampai meninggal gara-gara 4 orang itu, pokoknya harus ditangkep debt collector itu secepatnya, saya ga mau apa-apa, selain minta para pelakunya dicari agar cepat ditemukan keberadaannya lalu ditangkep,” imbuhnya .

Sementara itu, saat ditemui dikantornya, Kanit Reskrim Polsek Teluknaga, IPTU Prapto Lasono, berjanji akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk mengetahui pelanggaran mengenai tindak pidana yang dilakukan 4 orang tersebut.

“Kita akan cek dulu kebenarannya, kalau memang ada sertifikat fidusianya, bisa dilakukan penyitaan kendaraan bermotor, tapi kalau tidak ada fidusianya, maka unsur pasal 365 nya bisa terpenuhi, dengan kurungan 8 tahun penjara, pihak lising tidak boleh ambil kendaraan motor yang nunggak kredit, tanpa ada sertifikat fidusia,” himbaunya.

Adik ipar korban, Sugiyono menilai sah-sah saja bila pihak Kepolisian ingin mengecek sertifikat fidusia dari debt collector, karena itu sudah menjadi tugasnya, akan tetapi menurut ia ada yang lebih penting dari pada sertifikat fidusia, yaitu kematian kakak iparnya.

“Ga apa-apa itu udah hak Polisi mengecek sertifikat fidusia, tapi jangan sampai lupa ada satu nyawa melayang gara-gara 4 orang debt collector, ini negara hukum siapa yang menyebabkan orang lain meninggal, itu harus ditangkap agar tidak ada korban lagi yang berjatuhan,” imbuhnya.

> all

Post a Comment

0 Comments