Prestasi Ok, Dua Rumah Kumuh Luput Perhatian pemerintah.



BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Di tengah gencarnya pemerintah menjalankan program pro-rakyat, ternyata masih banyak warga yang perlu mendapatkan perhatian serius, seperti halnya yang kini hidup di jalani wanita tua, Rohani (70) salah seorang warga RT 13 RW 07 Kampung Cirumpak Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.  Terpaksa nenek Rohani bertahan hidup dengan keadaan rumah yang tidak layak huni atau rumah gubuk bambu.

"Zaenudin wakil ketua BPAN Kecamatan Teluknaga saat ada kegiatan bedah rumah di kecamatan Teluknaga, dari Program keluarga harapan ( PKH) turun mementau kegiatan tersebut, kata dia ada tiga Desa yang mendapatkan bedah rumah yakni Desa Lemo 9 titik, Desa Pangkalan 6 titik dan Desa Tanjung burung 25 titik. Itu pun tidak tepat sasaran imbuhnya.

Ironisnya, letak rumah itu berdekatan dengan Desa Tanjung burung dan dua  tempat tinggal anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang ada di Teluknaga. Sayang ada dua orang seolah mereka menutupi mata hati yang seharusnya mudah dapat akses bantuan."Rohani pernah dapet bantuan cuma depan rumahnya aja yang derapihin saya dan keluarga kalau mau masuk kerumah saya harus menundukkan kepala merunduk karena depannya terlalu pendek ibuhnya.
Keluarga ibu Rohani berharap kepada kepala Desa yang baru adanya perubahan, apa yang mereka harapkan cuma bisa berharap.

"Isam parjuman juga mengatakan Desa Tanjung burung yang sedang meraih tiga besar tingkat Kabupaten Tangerang yang katanya menata lingkungan tapi diisi lain warganya masih bertempat tinggal di gubuk reyoet, dengan tiga anak tidak mengenyam pendidikan tapi kepala Desa dengan program edukasi dan lingkungan imbuhnya.

Dan juga rumah Mirja sehari-hari bekerja serabutan. Buruh harian lepas tukang ikat caring ikan itu pun kalau ada yang perintah dengan penghasilan Rp 30.000 /hari, terkadang sebagai istrinya tukang cuci panggilan, ditambah 3 orang anak yang tidak berpendidikan yang lebih besar cuma lulusan Sekolah dasar ( SD) membantu kedua orang tuanya mencari napkah kerja jadi buruh pabrik.

Kondisi rumah kedua warga kampung cirumpak beranak bercucu empat ini nampak beralaskan tanah, hampir semua beratap langit, bermalam di terangi lampu dan bulan.

Paling belakang bilik bambunya juga sudah pada bolong, jika musim penghujan tiba nenek Rohani bersama anaknya mengaku tak tidur, karena di dalam rumah penuh dengan lumpur dan genangan air.

Mereka sekeluarga seperti telah bersahabat dengan kesulitan, berkawan dengan penderitaan serta mungkin bersaudara dengan ketidak pedulian pemerintah.


“Saya sama anak membersihkan air yang masuk ke dalam rumah dan mengeluarkan sisa-sisa lumpur sambil menunggu air surut.

Demikian halnya dikatakan anaknya Bu Rohani yang memiliki empat anak. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kadang keluarga ini berharap kepada pemerintah bisa menempati rumah yang layak .

"Idris Efendi kepala Desa Tanjung Burung kecamatan Teluknaga, saat di tanya di ruang kerjanya terkait bedah rumah dirinya tidak mengetahui kalau di Desa nya ada bedah rumah dari program kementerian pusat, dan juga kata dia tidak ada laporan ke saya. Baru - baru ini Desa Tanjung Burung baru menerima kunjungan dari Dinas terkait Kabupaten Tangerang, dan Camat Teluknaga Supriyadi dalam menjalanikan program kebersihan lingkungan dan pendidikan sedangkan warganya banyak yang di usia dini tidak sekolah

"Desa Tanjung burung peringkat pertama loba Desa tingkat kabupaten Tangerang tapi itu dilihat dari luar saja, tapi adanya dua rumah kumuh apakah itu dibilang lingkungan yang asri, dan program edukasi di lingkungan tutur warga kampung cirumpak saat mendengar sambutan sang kades di acara tahlilan.

> jar

Posting Komentar

0 Komentar