Pemberangusan SDM Di SMKN 2 Sepatan; Sejumlah Masyarakat Peratanyakan Kinerja Panitia PPDB


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Sejumlah masyarakat yang ikut untuk mengadu nasib dalam menyekolahkan anak anaknya di SMKN 2 Sepatan bernasib sial, berkas yang ber isi data data murid di abaikan oleh salah satu guru bahkan di buang di parkiran mobil, berkas yang di satukan atas nama lembaga masyarakat Persatuan Rakyat ( Perak Raya ) di abaikan oleh salah satu Guru yang berinisial A prilaku pegawai TU membuat geram para wali murid dengan tingkah laku Pegawai TU SMK tersebut.

Data yang beri isi Nama nama soswa Sebagian besara adalah masyarakat berdomisili di kecamatan sepatan yang sama sama menginginkan anaka anaknya untuk menyekolahkan di SMKN 2 Sepatan Kabupaten Tangerang Provinsi Banten pada ( 13/7).

Ketua Perak Raya Moh.Jembar .M.Si saat di hubungi via tlp mengatakan " ini adalah bentuk penghinaan terhadap masyarakat sepatan dan wali murid yang menginginkan anak anaknya untuk mengenyam pendidikan yang lebih baik di SMKN 2 sepatan, dan kami sebagai masyarakat berhak mendapatkan pendidikan yang layak yang sudah di atur oleh negara dan pemerintah provinsi Banten, data itu pun sudah kami berikan ke Gubernur Banten" kata Jembar.


" ketika saya mendengar kabar dari rekan rekan yang ada di SMKN 2 Sepatan ini sudah di luar etika pendidikan dan kami akan meminta keterangan maksud dan tujuan seorang guru yang telah melakukan hal yang kurang baik bahkan kurangnya etika seorang Guru yang tidak patut di teladani dan bahkan di buat tontonan oleh oknum oknum guru SMK, kami bertanya kok tidak bisa seorang guru yang menjawab, seperti orang yang tidak pernah di ajarkan untuk melayani masyarakat yang baik, bila emang dia tidak bisa seharusnya di tolak dengan secara tertulis apa alasannya biar kami tidak mempunyai rasa kekecewaan seperti ini" ujarnya.

" perbutan oknum guru yang dan kepala sekolah akan kami laporkan ke Komnas Ham dan KPAI " geram Jembar.

Lanjut jembar " sekolah SMKN 2 sepatan secara tidak langsung berusaha membelenggu SDM Anak anak masyarakat yang ingin mengenyam pendidikan di daerahnya sendiri, sedangkan pihak Pemerintah Provinsi Banten sudah memberikan peluang setiap jurusan yang ada dan tata cara dan mekanisme yang baik, di mana jumlah semua untuk satu jurusan sebanyak 3 Ruang Belajar dan bila ada 8 jurusan
semua berjumlah 24 Ruang Belajar siswa"

Sementara itu Asdi Anggoro masyarakat pisangan jaya sangat menyayangkan dengan tingkah laku seorang Guru bersama Pegawai TU yang kurang beretika bukan menjadi panutan bahkan di jadikan tontonon.

" saya bersama masyarakat akan mempertanyakan dan bila di perlukan kita akan melakukan aksi, dan kami akan membongkar keboborkan kebobrokan Pendidikan di SMKN 2 sepatan " tegas asdi.
> ydi.




Posting Komentar

0 Komentar