Desa Tanjakan Adakan Penyuluhan Bahaya Penyakit Leptospirosis

Desa Tanjakan Adakan Penyuluhan Bahaya Penyakit Leptospirosis

Nov 1, 2018,

BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG -Dalam rangka memberikan pemahaman terhadap warga khususnya warga desa tanjakan kecamatan Rajeg,kepala Desa Tanjakan suamin bekerja sama dengan Puskesmas rajeg mengadakan penyuluhan bahaya Leptospirosis. bertempat di kantor desa tanjakan kecamatan rajeg,rabuKemarin (31/10) kegiatan penyuluhan tersebut dihadiri oleh Kepala puskesmas rajeg Dan Dosen Dari UIN DR. Yoyoh, Dr. Zahro, Dr. Shofiah, ikut hadir juga bidan Desa tanjakan kecamatan rajeg,saumin selaku Kepala desa  tanjakan serta warga desa tanjakan, dan  Mahasiswa Sekolah Kesehatan Lingkungan.

Dalam sambutannya saumin " kegiatan ini mengajak warga untuk lebih memahami masalah penyakit Leptospirosis,  Jika kita sudah paham dengan bahayanya, mengerti cara pencegahannya, maka hidup kita akan tenang tidak perlu was was akan terjangkit leptospirosis, " terang.

Dr. Yoyoh dalam sambutannya menjelaskan dengan adanya penyakit leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh Leptospira yang pathogen. Gejala leptospirosis mirip dengan penyakit infeksi lainnya seperti influensa, meningitis, hepatitis, demam dengue, demam berdarah dan demam virus lainnya.

" Leptospirosis seringkali tidak terdiagnosis karena klinis tidaj spesifik dan sulit dilakukan konfirmasi diagnosis tanpa uji laboratorium" imbuhnya.

Lanjutnya " Kejadian luar biasa leptospirosis dalam dekade terakhir di beberapa negara telah menjadikan leptospirosis sebagai salah satu penyakit yang termasuk the emergency infektion diseases. Mengingat hal tersebut diatas, akan bahaya leptospirosis sehingga perlu suatu buku pedoman tatalaksana kasus dan laboratorium leptospirosis di rumah sakit, ucap Yoyoh

Sementara Dr. Zahro menmbhakan terkait Kuman leptospira yang bentuknya berpilin seperti spiral. Tipis, lentur dengan panjang 10-20 mikron dan tebal 0,1 mikron serta memiliki 2 lapisan membran. Kedua ujungnya memiliki kait berupa flagelum periplasmik dan berputar pada sumbu panjangnya. Organisme ini termasuk dalam ordo spirachaetales, family leptospiraceae, genus leptospira. Kuman lepr bersifat aerob dan tumbuh optimal pada suhu 28 – 30 derajat celsius.dan menghasilkan katalase dan oksidas. Media untuk pertumbuhannya adalah media dasar yang diperkaya dengan vitamin dan asam lemak rantai panjang sebagai sumber karbon dan garam amonium" katanya

Penularan leptospirosis dapat secara langsung maupun tidak langsung Ada beberapa bentuk penularan baik, Penularan langsung Melalui darah, urin atau cairan tubuh lain yang mengandung kuman leptospira masuk kedalam tubuh

Dari hewan ke manusia merupakan penyakit akibat pekerjaan. Terjadi pada orang yang merawat hewan atau menangani organ tubuh hewan misalnya pekerja pemotong hewan atau seseorang  yang tertular dari hewan peliharaan

Dari manusia ke manusia meskipun jarang. Dapat terjadi melalui hubungan sexual pada masa konvalensi atau dari ibu penderita leptospirosis ke janin melalui sawar plasenta dan air susu ibu

Penularan tidak langsung, Terjadi melalui genangan air, sungai, danau, selokan saluran air, dan lumpur yang tercemar urin hewan.

Leptospirosis timbul mendadak dengan gejala seperti,  Demam ringan atau tinggi yang umumnya bersifat remitten, Nyeri kepala,Menggigil,Mialgia,Mual, muntah dan anoreksia, Nyeri kepala berat, mirip yang terjadi pada infeksi dengan disertai nyari retro-orbital dan fotofobia.

Nyeri otot tertama di daerah betis sehingga pasien sukar berjalan, punggung dan paha. Nyeri ini diduga akibat kerusakan otot sehingga kreatinin fosfokinesa akan meningkat dan pemeriksaan kreatini fosfokinase dapat membantu diagnosis klinik leptospirosis

Adanya conjumctival sufficien dan nyeri tekan didaerah betis. Limpadenopati, splenomegali, hepatomegali dan ruam makulopopular dapat ditemukan meskipun jarang.

Kelainan mata berupa uvelitis dan iridoksiklitis dapat dijumpai pada pasien leptospirosis anikterik maupun ikterik.jelas Yoyoh.


> ldn

TerPopuler