Peringati Harganas XXIV , Yuli Zaki Iskandar Tegaskan Sayangi Dan Bahagiakan Keluarga


BantenNet.comKABUPATEN TANGERANG -  Pemkab Tangerang Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV Tingkat Kabupaten Tangerang tahun 2018, Harganas dilaksanakan di Kantor Kecamatan Curug, Selasa, (18/12/2018).

Dalam menyambut Harganas seluruh Camat mendeklarasikan Program Keluarga Berencana, diikuti oleh Forum ibu Camat se-Kabupaten Tangerang beserta kader-kaser PKK desa dan kelurahan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang Yuli Zaki Iskandar dalam sambutannya mengatakan Peringatan Hari Keluarga Nasional XXV Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2018 dilaksanakan atas kerja sama Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, TP PKK Kecamatan Curug serta didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

 " Fungsi Keluarga Hari Kita Semua , Cinta keluarga Cinta terencana menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas" ungkap Yuli yang memiliki dua anak.

Dengan harapan mudah diingat, lanjut Yuli, mudah dipahami dan bisa dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bisa menjadi motivasi dan memiliki daya ungkit bagi keluarga-keluarga Indonesia untuk senantiasa memahami arti pentingnya kehidupan keluarga yang terencana dengan menjalankan fungsi fungsi keluarga dengan baik.

"Fungsi keluarga lah yang memberikan kebahagiaan, selain lebih dari materi atau pun yang lainnya. Sayangi keluarga," tegas Yuli Zaki Iskandar didepan kadernya.

Menyambut Harganas diadakan pula lomba kelompok Ketahanan dan PIK R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), Layanan KB, Seminar Kependudukan.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan rakyat Heri Heryanto yang mewakili Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengatakan Pentingnya keluarga bagi pembangunan bangsa, adalah sebagai wahana untuk memenuhi kebutuhan “asah, asih, dan asuh.” Asah, bermakna pentingnya mendorong perkembangan otak anak dan membangun karakternya; asih dengan memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak sehingga membangun emosi positif; dan asuh yang bermakna pemenuhan gizi seimbang, perawatan dasar kesehatan, sandang, pangan, dan papan.

"Kita optimis dengan bunus demografi, jika pola saling asah, asih, asuh diterapkan keluarga sehat bahagia bisa terwujud," ungkapnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana menambahkan mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan melahirlan generasi muda bangsa yang baik dapat dimulai dari perencanaan keluarga yang baik.

“Kalau terencana, semua lebih mudah, maka untuk itu, perlu dibiasakan memiliki rencana dalam keluarga, dan biasakan membuat rencana yang baik. Dua anak cukup," tutup Teteng Jumara.

› ldn/mrf

Posting Komentar

0 Komentar