Keluhkan Dana Desa, Warga Teluknaga Desak Inspektorat Periksa Penggunaan


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Reka Tenaga Ahli yang dipercaya untuk mengerjakan Pembangunan Betonisasi dan MCK Didesa Pangkalan Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang Mengeluhkan Belum adanya pembayaran dari pihak Pemerintah Desa Pangkalan, pembngunan Betonisasi Sudah selesai 100% dan Pekerjaan Pembangunan sudah Mencapai 90% sampai saat ini hanya diberikan janji janji oleh kepala Desa dan belum dibayar sedikit pun, ungkapya Pada BantenNet.com kamis ( 24/01/2019).

" saya memang mengerjakan beberapa pekerjaan di desa pangkalan dan dua pekerjaan yang belum Dibayar sama sekali,  bukannya untuk dana desa di cairkan terlebih dahulu baru Ada laporan pekerjaan atau LPJ, sedangkan pekerjaan sudah saya selesaikan semua, tapi sampai saat ini saya hanya menerima janji janji dari pihak kepala Desa " keluhnya.

Reka menegaskan dirinya sangat menyesalkan dengan tingkah laku kepala Desa yang kurang mengargai rekanan yang dipercaya sebagai tenaga ahli untuk membantu terealisasinya pembangunan di Desa.

" emang saya tidak mempunyai berupa perjanjian secara tertulis tapi kami mempunyai Bukit Bukit berupa bon bon pekerjaan dan rekaman pembicaraan dengan operator dan ini akan saya tindak lanjuti ke pihak aparat penegak Hukum " kesal Reka.

Tami Hasanudin selaku masyarakat Kecamatan Teluknaga sangat menyayangkan dengan tingkahlaku pihak Desa Pangkalan yang tidak membayarkan sebuah pekerjaan oleh rekannya sendiri.


" Dana Desa adalah dana masyarakat bukan dana pribadi milik kepala Desa bila pekerjaan yang di laksanakan oleh rekanan atau Tenaga ahli yang dipercaya harus sesegera mungkin untuk di lunasi jangan terkatung katung, ini dana masyarakat desa pangkalan dan harus di pertanggung jawabkan sesuai dengan perencanaan yang ada", imbuhnya.

" Saya sebagai masyarakat Kecamatan teluknaga sangat kecewa dengan desa yang tidak bisa mempertanggung jawabkan amanah rakyat, saya minta kepada penegak hukum, Inspektorat dan Dinas Pemerintahan Desa untuk segera memeriksa dan mengaudit tentang penggunaan Dana Desa Pangkalan, bila ini terbukti adanya penyelewangan kami masyarakat kecamatan Teluknaga akan melakukan aksi lanjutan" tukasnya.

Tami Hasanudin yang juga aktivis peduli dana desa menambahkan adanya keluhan dari warga desa kampung Melayu barat mengenai kegiatan rehab kantor desa kampung Melayu barat yang mangkrak pekerjaannya, kami desak juga inspektorat dan Aparat penegak hukum periksa perihal mangkraknya rehab tersebut yang seharusnya selesai pada akhir  tahun 2018 lalu.

Sementara itu Septian Prasetyo LSM Sentral Komunikasi Anti Korupsi (SKAK)  mengatakan bahwa jajaran dan  perangkat desa dapat memanfaatkan dana tersebut, untuk kepentingan publik dan pembangunan insfrastruktur. Bahkan, dana tersebut tidak diperkenankan untuk kepentingan pribadi kepala desa, karena berasal dari APBN dan ditransfer ke rekening Pemkab Tangerang, kemudian disalurkan, Katanya.

menurutnya,Belum semua masyarakat mengetahui status dana desa. Bahwa dana desa pada hakekatnya adalah dana masyarakat, dimana aparat daerah dan aparat desa diberi tugas untuk mengelolanya dengan baik, kata Septian.

" Dari pemerintah pusat sendiri, lanjut septian , sudah ada sistem pengawasannya. Kemdes PDTT menyediakan call center 1500040 atau SMS Center di nomor 081288990040 / 087788990040 bagi masyarakat untuk melaporkan bila mencurigai indikasi penyelewengan"

Kemdes PDTT juga telah membentuk Satgas Dana Desa, yang membantu kementerian untuk pemantauan, pengawalan dan pengawasan dana desa.ujarnya.

Rahmat petugas  Operator Desa Pangkalan  saat di hubungi via tlp bahwa apa yang dikatakan oleh Teanaga ahli atau rekanan Itu Bohong dan tidak benar alias Hoax, semua pekerjaan yang di kerjakan oleh rekana sudah di bayarkan semua, nanati saya paparkan kronologisnya, jelasnya.


> ldn

Posting Komentar

0 Komentar