Tren Fashion Pria Di tahun 2019 Terbagi Menjadi Dua



BantrnNet.com, JAKARTA - Tren fashion setiap tahunnya berubah. Seperti tren musim panas, yang dikenal sebagai penentu arah rancangan fashion dunia yang mampu mendorong kaum pria mendapatkan acuan bergaya untuk tampil lebih update.

Menurut Ibrahim Imran atau lebih akrab disapa Baim (pentolan The Dance Company sekaligus eks vokalis Ada Band), tren fashion pria di tahun 2019 terbagi menjadi dua.

“Ada yang ready to wear, dan satu lagi fashion dimana tidak semua pria cocok memakainya. Pakaian yang agak nyeleneh, dan warna cenderung bertabrakan. Misalnya memadukan warna hitam dan emas,” tuturnya.

“Kalau saya di The Dance Company, kadang senang memakai warna-warna terang seperti emas, atau jas berwarna merah. Tapi saya tetap punya warna andalan ketika di musim panas, seperti hitam atau biru,” tuturnya lagi.

Seperti di lansir di media online www.male.co.id ada beberapa sumber juga menyebutkan, bahwa prediksi tren fashion pria pada tahun depan meliputi: Celana Pendek.

Celana pendek merupakan must have item saat musim panas tiba. Para desainer dunia menerjemahkan pakaian ini ke dalam kreasi yang lebih kreatif.

Selain menunjang gaya kasual pria, celana pendek bisa memberikan aksen segar dalam penampilan semi formal ketika dipadankan bersama blazer maupun coat.
Tas dan Topi.

Tahun depan, tren tas pria adalah tas tangan. Tengok bagaimana rumah mode Dior menampilkan interpretasi dari desain saddlebag klasik menjadi shoulder bag maupun crossbody bag.

Sementara Ermenegildo Zegna membuat tas tangan pria dengan ornamen unik, Kenzo merilis tas tangan yang memberikan nuansa berbeda dan fresh.

Di sisi lain, topi adalah aksesori wajib menghalau terik sinar matahari di musim panas. Diperkirakan, topi bucket akan digemari kaum adam.

Pasalnya, jenis topi yang sempat menjadi tren di era 1990-an ini dipilih label fashion seperti Valentino, Fendi, dan Band of Outsiders sebagai pelengkap koleksi mereka. Modelnya juga lebih variatif, entah polos, bermotif, atau dengan ornamen patchwork.

Aksen Tailoring
Setelan jas merupakan pakaian wajib yang dimiliki pria bila ingin berpenampilan formal. Tak heran, bila jas selalu hadir di koleksi fashion yang dirilis para desainer.

Seperti koleksi Spring/Summer 2019, beberapa desainer telah merancang jas beraksen tailoring kuat, memadukan referensi tren 1980-an dengan konsep haute couture.
Sebut saja John Galliano yang meluncurkan koleksi pertamanya di Paris, atau Comme des Garcons, dan Louis Vuitton.

Kemudian, desainer busana pria, Dior Kim Jones menegaskan ciri khas koleksinya dengan menumpukkan bahan-bahan di atas sulaman wol, guna memberikan efek tiga dimensi. Hasilnya, setelan jas akan membuat pemakainya terlihat ekstra elegan.
Warna.

Warna memegang peran penting dalam menciptakan tren. Seperti saat musim panas tahun depan, sage dan neon diprediksi menjadi warna favorit. Warna sage merupakan perpaduan abu-abu dan hijau yang menyerupai daun kering.

Sebaliknya, neon yang notabene terang akan mampu mencuri perhatian. Neon dipakai rumah mode asal Perancis, Louis Vuitton, untuk koleksi topi, atasan, maupun jaketnya.

Karena terinspirasi gerakan New Wave Punk pada era 1970-an, desainer dunia asal Belgia, Raf Simmons mengeluarkan koleksi pakaian pria yang memainkan warna neon berkonsep soft tailoring, dalam wujud kaos grafis, long coat, dan outerwear.

> red

Posting Komentar

0 Komentar