F Warga Pertanyakan, Mangkraknya Renovasi Kantor Desa kampung Melayu baratBantenNet.com

Warga Pertanyakan, Mangkraknya Renovasi Kantor Desa kampung Melayu barat

Jan 26, 2019, Saturday, January 26, 2019

BantenNet.comKABUPATEN TANGERANG - Mangkraknya kegiatan pembangunan renovasi kantor Desa kampung Melayu barat  dan Terhambatnya Pelayanan Publik membuat  aktiviis mendesak segera untuk  transparansi dana desa mengenai kegiatan yang bersumber dari APBN dan APBD termasuk ADD.

Menyikapi hal tersebut pihak Desa kampung Melayu barat melalui operator kegiatan ADD Anton saat di Temui mengatatakan pada awak media, bahwa ia mengakui belum selesainya pekerjaan renovasi Kantor Desa Kampung Melayu Barat, Sabtu ( 26/01/2019).

Anton menambahkan dirinya sebagai Operator Desa sudah membuat acara pemberhentian diawal bulan Januari dikarnakan sudah melewati batas waktu yang ditentukan bersama, terkait dengan  kegiatan renovasi Kantor Desa  Kampung Melayu Barat. ujarnya.

" pekerjaan yang sekarang di laksanakan itu bersumber dari dana Talangan Kepala Desa, dengan melihat  takut terganggunya Pelayanan Masyarakat, dan itu semua sudah kami laporkan kepada Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Tangerang, sesuai anggaran yang diserap oleh pihak Desa dan dana Desa di kembalikan Ke Kas Desa "

Anton Menuturkan lambatnya penyelesaian Pekerkerjaan di sebabakan oleh faktor bahan bangunannya yang lambat dan pihak yang di percaya oleh desa untuk mengerjakan Renovasi Kantor Desa padahal perencanaan Renovasi dan penyerapan anggaran semenjak bulan November tahun 2018 kemarin, jelas Anton.

Nur Jayadi warga Desa kampung Melayu barat RT 01/04 mengakui dengan mangkraknya pembangunan rehab kantor desa berakibat terganggunya pelayanan masyarakat, saya meminta agar rehab tersebut segera selesai Demi lancar pelayanan publik dan adanya keterbukaan Informasi terkait pos ADD lainya agar masyarakat mengetahui Pengelokasian Dana Desanya sendiri.

Sementara itu Direktur Eksekutif komunike Tangerang Utara  Budi Usman menuturkan bahwa jajaran dan  perangkat desa dapat memanfaatkan dana tersebut, untuk kepentingan publik dan pembangunan insfrastruktur.

" karena harus ada laporan pertanggungjawaban kepala desa, sehingga tidak dapat begitu saja dicairkan, termasuk membuat rencana penggunaan anggaran sebelumnya" tutur Budi.

Menurut dia, dana tahap awal untuk pembangunan fisik, setelah itu dialokasikan pada tunjangan perangkat desa dan belanja langsung. Penggunaan dana desa harus terbuka dan diketahui publik, maka perlu dibuatkan pengumuman atau spanduk, agar dapat dibaca warga.

Aktivis Utara yang juga Direktur eksekutif komunike Tangerang Utara Budi Usman juga  menjelaskan, batas akhir pelaksanaan ADD 2018 terhitung sejak tanggal 27 Desember 2018, dan semua kegiatan harus di dihentikan.

" mengacu pada PP nomor 8 tahun 2016 tentang perubahan ke 2 atas PP nomor 60 tahun 2016, tentang dana desa yang bersumber dari APBN, semua kegiatan yang bersumber dari APBN harus selesai tanggal 27 Desember, dan tidak boleh ada lagi kegiatan"

Bagi ADD yang tidak terserap hingga akhir tahun anggaran, harus dikembalikan ke kas Negara bukan ke kas Desa.ungkap Budi,

"Dalam peraturan pemerintah tersebut sudah jelas pasal demi pasalnya, bahkan sanksi bagi Kades yang tidak mampu menggunakan anggaran, tidak akan diberikan ADD untuk tahun berikutnya," imbuhnya

"Kami akan kawal pelaksanaan ADD khususnya 2018 serta 2019 karena terkait juga tahun politik,  Untuk itu, kami meminta inspektorat kabupaten Tangerang serta aparat penegak hukum harus mengusut tuntas pelaksanaan ADD  yang diduga bermasalah," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten, telah memberikan informasi dan mengharapkan agar kepala desa (kades) untuk segera menuntaskan laporan pertanggung jawaban penggunaan dana desa 2018 agar dapat diketahui warga.

Seperti yang di lansir oleh Kantor Berita Antara Jangan tunda lagi, karena dana desa itu untuk kepentingan penduduk setempat, maka harus terbuka agar tidak menjadi masalah belakangan nanti, ini kata Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid di Tangerang, tutup Budi.


> ldn

TerPopuler