Germas Sosialisasikan Cara Kendalikan Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Dinas kesehatan Kabupaten Tangerang di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Sepatan bersama Masyarakat Gelar Sosialisasi program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ( Germas ) pada Senin 11 Februari 2019.

Sosialisasi yang bertemakan pencegahan dan pengendalian Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular dihadiri warga yang didominasi Para Ibu Ibu dan unsur pemerintahan desa/Kelurahan se Kecamatan Sepatan.

Guna mensukseskan Germas Politeknik Kesehatan (POLTEKKES) Banten Dengan Mitra Kerja Komisi IX DPR RI Dra. Hj. Siti Masrifah, M.A. ikut menghadiri sosialisasi Germas bersama masyarakat di wilayah Kecamatan Sepatan.

Dra.Hj. Siti Masrifah, MA  Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan, Sosialisasi ini bertujuan mengajak masyarakat dalam membentuk kepribadian untuk hidup sehat dan dapat dilakukan dengan cara : Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban.

“Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Peran Kementerian dan Lembaga di sektor lainnya juga turut menentukan, dan ditunjang peran serta seluruh lapisan masyarakat.

Secara nasional Germas dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin,”paparnya.


“Dengan adanya sosialisasi Germas juga dapat menekan dan meminimalisir biaya Negara yang dikeluarkan untuk membiayai orang sakit"

Berdasarkan Fungsi pengawasan kami berperan untuk mewujudkan anggaran kesehatan sebesar 5 persen dari total belanja APBN dan 10 persen dadi APBD Provinsi, Kabupaten atau Kota, sesua dengan UU 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Dengan adanya sosialisasi Germas semoga dapat menekan dan meminimalisir biaya Negara yang dikeluarkan untuk membiayai orang sakit, dengan mengajak mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat dalam mempraktekkan pola hidup sehat,  memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya.

Dr. Hendra Tarmizi Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menuturkan Damapak Positif dengan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Akan Berdampak 10 atau 15 tahun Kedepan, Seperti Pola Rumah sehat, setiap Rumah Harus mempunyai Kamar Mandi atau WC.tuturnya.

" Terlihat 10 tahun Kebelakang dengan keadaan saat ini sangat terasa sekali dengan mulai berkurangnya jamaban atau Helikopter di pinggir sungai atau kali, hampir semua masyarakat sadar betapa pentingnya mempunyai Kamar Kecil atau WC Di rumahnya masing making"

Takjauh berbeda dengan kegitan hari ini banayak masyarakat yang kurang menyadari dengan banyakaknya manfaat yang terkndung dalam buah buhan dan sayur mayur bagi kesehatan tubuh kita, kurang lebih hanya 30 presen masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi buah buhan dan sayauran, semoga dengan adanya sosialisasi semakin banyak masyarakat yang mengetahui manfaat buah buhan dan sayur mayur.ucapnya.

Untuk mensukseskan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Salah satu dukungan nyata harus dari lintas sektor untuk suksesnya GERMAS  dalam mendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” tutupnya.


>ldn

Post a Comment

0 Comments