Musrenbangdes kampung Melayu barat , aktivis sikapi sampah dan normalisasi kali


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Transparansi dan usulan  dari masyarakat di tampung dan di bahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan yang di gelar kamis  07/02/19 di aula desa kampung Melayu barat kecamatan Teluknaga kabupaten Tangerang

Hadir dalam Musrenbangdes  kades Hermansyah ,sekertaris Camat  Miftah, Jajaran muspika , instansi pendidikan, tokoh masyarakat, aktivis , aparat RT, RW, Kepala Dusun, unsur BPD.

Sekertaris Camat Muiftah STP dalam sambutannya mengatakan ”untuk musyawarah perencanaan pembangunan dengan di gelar nya kegiatan ini merupakan usulan dari masyarakat, nanti setelah Musrenbang lanjut ke Musrenbang Kecamatan dan Kabupaten, atas nama Camat Teluknaga Saya ucapkan terimakasih atas kehadiran dari berbagai instansi, dan aparat RT, RW, KADUS , Sekertaris camat   berharap kegiatan ini berjalan sukses, pesan Saya dalam mengajukan program pembangunan yang benar benar skla perioritas ”, kata Miftah

Sementara itu ketika di konfirmasi terkait kegiatan Musrenbang,  Kepala Desa mengatakan bahwa  hasil musyawarah tentunya semua usulan untuk kepentingan masyarakat, dengan di gelarnya Musrenbangdes suatu bentuk transparansi yang mana masyarakat harus tahu dan berhak mengajukan usulan, selaku Kepala Desa  berharap usulan di dalam Musrenbangdes bisa di realisasi”, kata Hermansyah.

" ada beberpa yang menjadi prioritas dalam musrenbangdes kali, baik dibidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Kerakayatan dan Kepemudaan"

Hermansyah juga menambahakan akan ada pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  yang sekarang Sudah memiliki dua bangunan Gedung dan akan menjadi prioritas Lambskin di thin anggaran 2020 dari hasil musrenbangdes, selain itu dalam peningkatan perekonomian kerakyat memprioritaskan pembelian Mesin Parut kelapa bagi masyarakat kecil dengan sistem pemberian hibah dalam mengurangi dampak perekonomian masyarakat di bawa garis kemiskinan. tambahnya.

Direktur eksekutif Tangerang Utara Budi Usman  mengatakan  ada usulan yang masuk skala perioritas di APBN dan APBD, intinya semua usulan tetap di tampung namun yang terpenting dĂ hulu yang masuk skala perioritas” ujar budi.

Budi juga mengatakan sangat apresiasi yang mana usulan dari masyarakat di tampung dan transparan jadi masyarakat melalui RT dan dengan tahapan musyawarah dusun mempunyai hak untuk mengajukan lakukan pembangunan di wilayahnya, jadi masyarakat berperan penting dalam pembangunan desa”, tutur Budi.

Budi juga mengatakan bahwa
Prioritas Penggunaan Dana Desa juga dijelaskan lebih lanjut pada permendes nomor 16/2018 Pasal 8 yang mana ada 5 ayat yang berhubungan pada kegiatan  pembangunan non fisik seperti peningkatan SDM yakni Program Kegiatan Padat Karya juga termasuk dalam penanganan masalah kemiskinan dan juga pengangguran di desa dengan menciptakan lapangan kerja baru.

Diharapkan pengurangan kegiatan infrastruktur untuk alokasi dana desa dan lebih fokus kepada kegiatan penanganan padat karya seperti normalisasi ringan saluran kali jaya yang memanjang hingga desa lainya serta edukasi mental warga terhadap lautan  sampah yang di timbun oknum warga sepanjang aliran kali tersebut serta fasilitasi dan  penyediaan tempat pembuatan sampah sementara yang memadai.


> ldn

Posting Komentar

0 Komentar