Pembangunan Taman Sepatan Grande Berpolemik


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG  - Pembangunan perumahan Taman Sepatan Grande milik PT Bagun Guna Sukses (Bagus), dianggap berdampak terhadap 9persoalan lingkungan di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang sejak 2018 lalu.

Persoalan lingkungan tersebut, diantaranya genangan air yang mengepung pemukiman warga di Kampung Malaka, Desa Tegal Kunir Kidul. Akibatnya, sejumlah anak menderita infeksi kulit berdasarkan hasil diagnosa Puskesmas Mauk. Sehingga sejumlah warga mengungsi.

Selain itu, persoalan-persoalan lain yakni, PT Bagus belum memegang surat izin mendirikan bangunan (IMB), namun sudah melaksanakan
pembangunan. Lalu, pengembang juga belum memiliki muka (lahan akses keluar-masuk), tapi sudah membangun.

Hal itu dilontarkan Joko Winarno, Advokasi Badan Pembina Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten, DPC Kabupaten Tangerang kepada BantenNet.com usai mengahadiri rapat audiensi antara warga dengan PT Bagus, di aula Kantor Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (8/2).

“Saat ini kami hadir untuk membantu masyarakat yang terkena dampak lingkungan akibat proyek
pembangunan Perumahan Taman Sepatan Grande milik PT Bagus di Desa Tegal Kunir Kidul,” jelasnya.

Jadi, ia mengatakan, pihaknya menginginkan pengembang harus mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku. Sebab, dampak proyek pembangunan perumahan yang dilaksanakan pengembang begitu merugikan masyarakat saat ini.

Ia menyebutkan, sudah terlaksana audiensi antara masyarakat dan pihak PT Bagus. Hasilnya,

Pemerintah Kecamatan Mauk akan membentuk tim investigasi lapangan yang terdiri dari sejumlah unsur, diantaranya Pemerintah Kecamatan Mauk, Polsek Mauk, Koramil 9/Mauk, Pemerintah Desa Tegal Kunir Kidul, BPD Tegal Kunir Kidul, PT Bagus dan BPPKB Banten mewakili masyarakat.

“Tim bertugas untuk mengkroscek pesoalan-persoalan yang ada di masyarakat dan mengecek kelengkapan administrasi yang dimiliki pengembang. Kemudian, memberikan solusi terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Saadi Martoso, Pimpinan Proyek (Pimpro) PT Bagus mengatakan, awal pihaknya akan segera menyelesaikan persoalan genangan air di Kampung Malaka, Desa Tegal
Kunir Kidul.

“Yang pertama kami akan menyelesaikan persoalan genangan air. Kemudian, berdasarkan keterangan bagian legal kami, pembuatan surat IMB dan site plan masih sedang proses,” akuinya.

Heru Ultari, Camat Mauk mengatakan, dia akan membentuk tim ivestigasi atau tim monitoring
evaluasi (Monev) kegiatan pembangunan Perumahan Taman Sepatan Grande milik PT Bagus. Jadi, nanti hasil penelusuran yang didapat dari tim ini, akan menjadi dasar untuk mengambil
keputusan.

“Jadi, kami tidak bisa asal ambil keputusan, kalau tidak ada dasar yang kuat. Kami harus tahu dari sisi aturan seperti apa, faktanya seperti apa, dan kerugian-kerugian seperti apa. Kemudian, barulah kami akan mengambil keputusan, lalu melaporkan ke Pemerintah Kabupaten Tangerang,” jelasnya. (*)

Posting Komentar

0 Komentar