Warga Kosambi Pertanyakan Realisasi kegiatan pemasangan Pipa Untuk Warga



BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Warga Kampung Beji, Desa Kosambi, Kecamatan Sukadiri mempertanyakan realisasi kegiatan pemasangan pipa, sebagai sarana untuk program pemerintah pusat berupa Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Warga menilai, kegiatan pendistribusian Pipa pipa ke warga warga tersebut seharusnya sudah selesai di bulan Oktober 2018 lalu menggunakan dana desa.

Salah satu warga Kampung Beji RT 21/06, Asnawi Suhemi mengadukan kegiatan pemasangan pipa yang dinilainya belum direalisasikan oleh Pemerintah Desa Kosambi kepada ketua RT 21/ 06, dengan harapan keluhannya itu bisa disampaikan langsung oleh ketua RT langsung kepada pihak desa.

“Saya mencoba menanyakan kepada ketua RT, menagapa sarana perpipaan air minum belum direalisasikan.Padahal, seharusnya itu sudah direalisasikan di bulan Oktober tahun lalu, namun sampai saat ini belum direalisasikan,” ujar Asnawi Suhemi Kepada media, Jumat (8/02/2019).

Asnawi Suhemi menambahkan, jika perpipaan tersebut merupakan sarana untuk merealisasikan program pemerintah pusat untuk Pamsimas, agar warga mendapatkan pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan, serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Penyediaan air minum inikan merupakan program pemerintah pusat untuk meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di perdesaan, tetapi bagaimana air bersih itu bisa sampai kepada masyarakat, jika pipanya saja tidak dibangun-bangun,” keluh Suhemi.

Menanggapi hal itu, Ketua RT 21/ RW 06, M.Aceng mengaku kaget mengenai adanya pekerjaan perpipaan atau pipanisasi dengan anggaran dana desa tahun 2018 yang belum direalisasikan sepenuhnya. 

Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Perpipaan Sarana Air Minum RT 21/ 06 sebesar Rp 35.000.000. Namun setelah ia coba untuk mengecek, ternyata memang ada ratusan warga yang belum mendapatkannya di RT 21 dan RT 22.

“Bahkan saya juga sempat kaget ketika melihat ada anggaran perpipaan yang dianggarakan pada Bulan November tahun 2018, tapi warga di RT 21 khususnya belum mendapatkan pendistribusian. Yang sudah ada hanya 32 warga, selebihnya belum ada,” ungkap Aceng.   

Sementara itu, Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Kosambi, Junaedi mengatakan, pihaknya belum mengatahui perihal proyek perpipaan dengan sumber anggaran dari dana desa tahun 2018 yang belum sepenuhnya terealisasi.

“Selama kepala desa yang sekarang, sedikit saya mengetahui perencanaan Alokasi Dana Desa. Bahkan untuk tahun 2018 saya belum menandatangani laporan pertanggung jawaban akhir tahun, dan saya hampir sepenuhnya tidak mengetahui perencanaan pos-pos anggaran,” tuturnya.

H. Nasrudin Kasi Pemerintahan dan Berdayaan Saat dikonfirmasi terkait keluhan warga tersebut,menuturkan  Anggaran Dana Desa di bagai menjadi tiga bagaian ada yang bersumber dari APBN, Bagi Hasil Pajak Wilayah dan Dana Provinsi untuk Desa Kosambi bukan karna tidak direalisasikan akan tetapi belum di kerjakan melihat  anggaran yang didapatakan pada bulan November dengan batas waktu yang begitu mempet, tuturnya.

Dia menegaskan dirinya selaku Kasih Pemerintahan Dan Pemberdayaan Hanya bersifat lakukan pembinaan terkait pengelolaan Dana Desa Kembali kepada Pihak Kepala Desa Masing Masing dan itu bukan ranah kecamatan untuk mengethui lebih jauh.

" Semua Kami Kembali kepada Kepala Desa apakah para kepala Desa Ingin Memajukan Desanya atau tidak, untuk saat ini emang laporan pertanggung jawaban beleum selesai, khususnya kecamatan Sukadiri di karnakan banyak pihak kepala desa belum menyelesaikan LPJ itu semua kami serahkan kepada kepala Desa, yang akan di serahkan ke Dinas Pemerintahan Dan Pembangunan Desa Kabupaten Tangerang  " ucapnya.

Kami Pemerintahan Kecamatan Sudah sering melakukan teguran untuk secapatnya menyelesaikan laporan tersebut, Karna memang sifat kami hanya sekedar pembinaan kembali kepada kepala Desa, melihat aturan aturan yang ada ada pos pos atau haknya kepala Desa sendiri kuarang lebih sebesar 4.000.000 rupiah perbulan.jelasnya.


> ydi/red

Post a Comment

0 Comments