Ratusan Rumah Di Kampung Rawa lumpang Terkena Air Rob dan Banjir, Di Duga Resapan Air Banyak Beralih Pungsi


BantenNet.Com, KABUPATEN TANGERANG - Ratusan rumah di desa Salembaran Jati, kampung  Rawa Lumpang dan Tawang , Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang terendam air. Banjir disebabkan air rob akibat air laut meluap yang tak kunjung surut serta curah hujan tinggi.

Salah seorang warga asli  rawa lumpang desa Salembaran jati,  Usman mengatakan, dalam sepekan terakir ini masyarakat terkena banjir akibat resapan air minim.

“Dan selain itu juga banjir tersebut diakibatkan banyaknya pembangunan semakin maju dan pesat membuat daerah yang resapan airnya beralih fungsi menjadi bangunan dan gedung,” terangnya.

Budi Usman, yang sebagai direktur eksekutif Tangerang Utara menanggapi hal itu, sama halnya yang dikatakan warga, banjir air rob yang tak kunjung surut tersebut disebabkan minimnya resapan air dan semakin maju dan pesatnya urukan dan reklamasi lahan konservasi dan lahan  sawah produktif di lokasi tersebut  lantaran adanya peralihan fungsi.

“Seperti yang terjadi di daerah tersebut, yang sebelum adanya pembangunan lokasi itu berupa sawah dan empang yang berfungsi menjadi resapan air dikala
hujan turun,” ujar Budi Usman kepada pers, selasa (5/3/19)

Disisi lain, lanjut Budi Usman, dalam dua tahun  terakhir  juga terlihat dan terdengar raungan alat berat pengeruk tanah telah menggantikan kicauan burung-burung yang dapat menghiasi dalam kehidupan kesehariannya.

Lantaran itu, jelas Budi Usman yang juga penggiat konservasi  tata ruang , Warga prihatin dan cemas banjir bakal menggenangi rumah mereka saat musim hujan tiba. Pasalnya, kini tak ada lagi tempat untuk menampung air hujan.

Ironisnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang yang selalu punya jargon RJPMD ketahanan pangan dan Tangerang gemilang terlihat diam tak bisa berbuat banyak karena  pengembang sudah di duga sudah  mengantongi rangkaian regulasi izin, di perparah munculnya kebijakan top down pemerintah pusat melalui Perpers proyek strategis nasional 58/2017 yaitu  Pembangunan Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg (Kataraja) yang akan melintasi beberapa  Kecamatan di Jakarta Utara dan Kabupaten Tangerang. Pembangunan tol panjang 39,9 kilometer ini dikhawatirkan akan merusak lahan konservasi air dan  persawahan produktif yang melintas jalur konservasi tersebut, pungkas Budi.

Legislator Tangerang Utara yang juga Wakil ketua DPRD kabupaten Tangerang Barhum HS Terkait rob dan genangan air di kawasan rawa lumpang dan  Pembangunan kawasan pesisir oleh koorporasi  berharap tindakan OPD teknis bila di temukan dugaan pelanggaran regulasi harus disikapi,  tandas Barhum yang juga politisi PDIP.


> jar

Posting Komentar

0 Komentar