Uang Habis Proyekpun lenyap; Camat Akan Panggil ASN Yang TerlibatBantenNet

Uang Habis Proyekpun lenyap; Camat Akan Panggil ASN Yang Terlibat

Mar 9, 2019, 3/09/2019

BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Diduga Adanya Jual beli proyek di wilayah Kelurahan Kosambi Barat ( Kosbar) Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang untuk Tahun anggaran 2017 sebesar 15 (lima belas) juta rupiah.

Sejumlah oknum, diantaranya Lurah Kosambi Barat H. M. Yasin, anggota Trantib Jejeng, pegawai lainnya Johan dan Hanafi diduga ketiga orang tersebut telah menggunakan uang dari proyek yang di janjikan kepada pihak ketiga.

ketiga orang tersebut cuma dijadikan tameng atas  perbuatan sang Kepala kelurahan Kosambi Barat H. M. Yasin yang menjanjikan proyek  kepada saudara Herman selaku Kontraktor.

Uang habis proyekpun lenyap dan malah proyek  yang sempat di janjikan kepada saya dikerjakan oleh orang lain. Saya merasa ditipu oleh pihak kelurahan Kosambi, sebelumnya dia(red; kepala Kelurahan) sempat menjanjikan kepada saya untuk mengerjkan tiga kegiatan proyek dengan harus memberikan uang jaminan sebesar 15 juta rupiah, sebagai tanda keseriusan, tapi sampai saat ini tidak ada kejelasannya,ucap Herman kepada awak media, pada selasa lalu (5/03/2019).

“Saya dijanjikan pekerjaan tiga proyek, dengan sistem membeli paket kegiatan tersebut sebesar 15 juta rupiah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Herman mengaku sempat bersitegang dengan keempat orang tersebut pada bulan ramadhan tahun 2018. Alhasil, dirinya hanya memperoleh uang kembali sebesar 5 juta rupiah, sisanya Lurah Yasin Cs menjanjikan sejumlah proyek
“Tapi saya ga mau, saya pengen uang saya kembali, ini bagian bentuk penipuan dan keterangan palsu,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Kosambi Toni Rustoni saat di konfirmasi, dirinya kaget bahwa ada pegawainya terlibat proses jual beli paket proyek bodong. Pihaknya, secepatnya akan memanggil keempat orang tersebut untuk menyelesaikan masalah ini.
“Pegawai Negeri Sipil itu tidak boleh menjual belikan kegiatan proyek. Itu bakal terkena sanksi,” ujar Toni di Kantor Kecamatan Kosambi kepada awak media.

Jejeng staf Satpol PP kacamatan Kesambi  saat di hubungin via hendpon  mengatakan dirinya cuma sebagai penyambung lidah saja apa yang di perintahkan oleh Lurah  jadi kami bertiga jadi korban kebohongan Lurah Kosambi Barat H. M. Yasin.

" Saya (Jejeng),Johon,dan Hanafi cuma korban termasuk Herman yang di janjikan proyek atas kebohongannya kepada kami" Ungkap Jejeng.

Jejeng menambahkan ia mengakui kami lah  yang menghadap menemui Herman atas perinta Lurah untuk pinjam duit sebesar lima belas (15) juta rupiah, dengan janji mau memberikan tiga proyek yang akan di berikan kepada Herman, pada saat itu beliau baru menduduki Kepala Kelurahan Kosambi Barat. Jelasnya.



> jar
Iklan Masyarakat

TerPopuler