Karang Taruna Batusari Gelar Sosialisasi P4GN Tekan Angka Peredaran Narkoba


BantenNet.com , KOTA TANGERANG - Karang Taruna Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, mengajak masyarakat berperan aktif dalam mempersempit peredaran narkoba melalui sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), di wilayah tempat tinggalnya.

Bertempat di halaman Masjid Darussalam, sosialisasi P4GN dihadiri Agus Sarullah, Kepala Seksi Pencegahan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang, sebagai narasumber. Hadir juga dalam kegiatan, Ketua Gerakan Anti Madat (Geram) Kota Tangerang periode 2019 - 2024, Andi Syarifuddin. Adapun penyuluhan turut diikuti puluhan remaja masjid di lingkungan setempat.

Dalam prolog singkatnya, Agus Sarullah menyampaikan bahwa hasil survei BNN terkait peredaran narkoba di tahun 2018, Kota Tangerang menjadi salah satu daerah dengan kategori zona waspada. Hal itu lantaran adanya indikator-indikator yang menyebabkan Kota Tangerang masuk dalam zona waspada.

"Dari 8 indikator dalam kategori zona waspada, 5 indikator di antaranya ada di Kota Tangerang. Artinya Kota Tangerang zona merah peredaran narkoba, wilayah Batuceper salah satunya," kata Agus, saat kegiatan sosialisasi P4GN, pada Senin (8/4/2019) malam.

Menurut Agus, Kecamatan Batuceper termasuk dalam kategori zona waspada lantaran letak wilayah yang berdekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, masih banyak tindak kejahatan, adanya pengedar narkoba, dan banyak juga para pengguna narkoba menurut data yang diperoleh dari pihak kepolisian.

"Ini saatnya kita semua berperan aktif, terutama para pemuda dalam mencegah peredaran narkoba," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Agus menjelaskan tentang jenis-jenis narkoba, ciri-ciri pengguna narkoba, dan upaya menghindari penyalahgunaan narkoba. Ia juga menjelaskan tentang bahaya yang diakibatkan karena menggunakan narkoba.

"Tiga dampak kerugian menggunakan narkoba yaitu berakibat pada kematian, rehabilitasi, dan penjara. Jadi buat apa kita pakai narkoba kalau hanya rugi yang kita dapatkan," ujar Agus, sambil menyerukan tagline "Berprestasi Tanpa Narkoba Luar Biasa", yang kemudian diikuti seluruh peserta penyuluhan secara bersama-sama.

Sementara Ketua Geram Kota Tangerang, Andi Syarifuddin menuturkan bahwa narkoba adalah musuh negara yang harus dicegah peredarannya oleh semua pihak. Narkoba menjadi masalah serius untuk dapat diselesaikan bersama-sama. Maraknya peredaran narkoba, menurut Andi, kian membuat resah para orang tua di manapun berada.

"Saya prihatin, karena narkoba saat ini sudah beredar sampai ke sekolah SMP bahkan SD. Tentunya ini membuat resah kita semua, terutama para orang tua," kata Andi.

Melalui kegiatan ini, dirinya berharap agar para pemuda khususnya di Kelurahan Batusari, ikut mewarnai dalam upaya mencegah peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya. "Kita bisa awali dengan cara penyuluhan seperti ini, kita bisa sampaikan betapa bahayanya menggunakan narkoba. Selanjutnya kita awasi peredaran narkoba bersama-sama," urainya.

Ketua panitia pelaksana, Hardiyansyah mengungkapkan, sosialisasi tersebut diselenggarakan lantaran ia prihatin melihat peredaran narkoba yang marak di wilayah tempat tinggalnya. Narkoba kian menjadi momok bagi warga di Kelurahan Batusari.

"Awalnya karena saya melihat warga Batusari banyak yang tertangkap gara-gara narkoba. Kemudian saya lihat survei BNN, dan ternyata Kelurahan Batusari masuk zona merah narkoba," katanya.

"Maka sebelum tambah parah, saya ajak teman-teman karang taruna untuk menggelar penyuluhan narkoba ke semua lapisan masyarakat. Alhamdulillah kegiatan kami disupport Bang Andi Geram, juga diapresiasi BNN Kota Tangerang," imbuhnya.


> ldn/jar

Post a Comment

0 Comments