LMR-RI Cium Aroma Tak Sedap Jelang Pilkades Di Kecamatan Kresek


BantenNet.com - KABUPATEN TANGERANG - Menjelang pemilihan Kepala Desa (Kades) di Desa Talok Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang akan berlangsung pada 17 November 2019 mendatang. Namun suhu politik di Desa Talok mulai kian memanas, pada hal BPD sendiri belum membentuk Panitia Pilkades dan tahapan - tahapannya pun belum di buka dan dimulai.

Akan tetapi Perang mulut dan aksi penggalangan dukungan dari tim sukses para calon Kades mulai terlihat satu- persatu. (10/6/2019)
hal ini membuat kesan suhu poltik pada pemilihan Kades Talok sepertinya akan memanas sampai dengan pelaksanaannya nanti.

Pantauan BantenNet.com yang ada di lapangan diketahui Desa Talok sedikitnya akan ada tiga bakal calon yang berkontestasi, pada Pilkades tahun ini yaitu Mahfudin (Incumbent), Bunyamin, Abdul Rohman. Yang diperkirakan akan jadi pilihan masyarakat dan akan jadi pertarungan seru dan sengit

"Mungkin karena sedikit bakal calon ini, warga terlihat terpisah satu sama lainnya. Ini jelas sekali,
jika kita berkumpul ke grup satu mereka bilang calon si A yang tak bagus, dan ini juga terjadi pada calon yang satunya lagi," jelas lelaki ini mengaku netral dan tidak mendukung salah satu bakal calon Kepala Desa Talok

Sementara itu M. Sibti, pengamat politik Kabupaten Tangerang dan juga Ketua Korda Banten Lembaga Misi Reaclaserng Republik Indonesia (LMR-RI) menjelaskan, bahwa kondisi ini dipicu semakin dekatnya waktu tersisa untuk mencari dukungan, membuat para tim sukses calon kades melakukan segala upaya untuk memenangkan dan meloloskan calon Jagoan mereka masing-masing," Tegasnya

"Tidak peduli berapa besar uang yang harus keluar dari kocek mereka pribadi walau hanya untuk sekedar menjamu dan mentraktir warga, bahkan cara-cara kotor dengan berupaya menjegal bakal calon pun dilakukan," kata M Sibti

"Disini peran awak media maupun Lembaga sosial control, perlu kembali berjalan pada tupoksinya masing-masung, bukan menimbulkan kegaduhan juga rasa keberpihakan pada salah satu bakal calon kepala Desa ," terangnya

Lima bulan terakhir ini seharusnya Pola bepolitik Karakter Game seperti yang dilakukan para pengiat yang ramai di Media sosial saat ini tidak perlu dilakukan, justru  akan lebih indah dan santun jika nanti hal - hal tersebut di ungkapkan dan disampaikan pada sebuah forum dialog Debat terbuka Calon Kepala Desa atau sejenisnya dengan Visi dan Misi yang mampu menarik simpati warga masyarakat di desanya," tegasnya

Jika melihat suhu yang memanas seperti ini, jelas akan menimbulkan gesekan di masyarakat, juga mudah terbaca arah dan tujuannya

Seperti contohnya Kasus Raskin, BUMDes Desa Patrasana, Selanjutnya soal Alokasi Dana Desa yang terjadi di Desa Kresek dan yang paling terbaru soal Video viral pejabat pamer uang dan dugaan Raibnya kendaraan Ambulance Desa Talok, arahnya sudah terbaca, akibatnya masyarakat Desa sendiri yang akan menjadi korban dari pengkotak-kotakan massa nantinya," Tuturnya

Memang diakui Moment Pilkades menjadi keuntungan tersendiri bagi sebagian masyarakat desa masing-masing,.Bahkan menurut salah seorang anggota tim calon, yang sebagian besar warga setempat merasa diuntungkan. Sebab hampir setiap malam, para orang tua dan remaja laki-laki, di pos-pos atau tempat ngumpul dan nongkrong ditawari segelas kopi maupun sebungkus rokok.

"Ya, jadi mereka tidak perlu lagi mengeluarkan uang sendiri, sudah ada orang yang membayarkannya. Mesti calon yang bersangkutan tidak hadir di kedai kopi atau tempat nongkrong tetsebut, Nama calon Kades ini disebutkan,"ujarnya, ketika BantenNet.com mengorek informasi terkait memanas isu Pilkades tersebut,

Di akhir M.Sibti, berharap adanya Pilkades ini, dapat mencari,memilih dan mendapatkan seorang pemimpin yang benar-benar mampu membawa Aspirasi masyarakat desa ke arah yang lebih baik lagi, tetapi juga dengan cara yang benar, tanpa kecurangan dan trik-trik  menjatuhkan lawan yang kotor, Apalagi menggunakan Media Sosial maupun Lembaga sebagai alat politik," pungkasnya mengakhiri

>ari
iklan%2BKemendagri

Post a Comment

0 Comments