Akibat Cekcok Rumah Tangga Tokoh Agama Meregang Nyawa

Akibat Cekcok Rumah Tangga Tokoh Agama Meregang Nyawa

Jul 3, 2019, July 03, 2019

BantenNet.com , KABUPATEN TANGERANG - Siang sekitar pukul 09.00 WIB. Warga Kampung Nanggung, Desa Pasir Gintung, RT 04/01,  Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, digegerkan oleh peristiwa pembunuhan seorang Ustaz, pada Selasa (2/7/2019)

Menurut keterangan Kapolsek Cisoka, AKP Uka Subakti SH kepada media menerangkan, pelaku adalah Sarjaya alias Jaya, 63, yang masih ada hubungan keluarga dengan korban," Jelasnya

Korban saat datang menghampiri dan membentak pelaku, Saat itu, Pelaku yang  merasa tersinggung oleh perkataan korban, sedang menebang pohon mangga,"terang Kapolsek Cisoka

Korban Yahya, usia 56 tahun yang merupakan kakak ipar dari pelaku tak menyadari akibat perkataannya membuat pelaku nekat membacokan senjata tajamnya, tepat mengenai leher bagian belakang korban," jelasnya

Saksi mata di lokasi juga membenarkan terjadinya peristiwa tersebut berawal dari urusan rumah tangga yang awali dari percekcokan Sarjaya Alias Jaya terhadap istrinya Mulyana yang merupakan adik dari korban," jelas saksi yang tak ingin identitasnya di publikasikan

"'Adik gue engga bakalan gue kasih sama loe, mau gue modalin buka toko," jelasnya menirukan

Selama ini memang istri pelaku meninggalkannya sudah hampir 6 bulan belakangan ini, bahkan sudah sering kali pelaku meminta kepada korban ubtuk mengajak istrinya pulang, mungkin karena mendengar ucapan itu, pelaku yang sedang memegang golok emosi dan langsung membacok korban yang dikenal sebagai Ustadz di kampung tersebut. Golok itu tepat mengenai leher korban,"jelasnya

Korban sempat dibawa warga ke RSUD Balaraja, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. "Korban meninggal dunia," Terang AKP. Uka Subakti S H

" Pelakunya sudah kami amankan,"
Saat ini pelaku sudah diamankan dan mendekam di sel Polsek Cisoka untuk pemeriksaan lebih lanjut

Sedangkan korban Yahya yang merupakan tokoh agama, saat ini jenasahnya dibawa langsung ke RSUD. Tangerang (Tobat- Balaraja) guna penyidikan dan visum oleh tim forensik Kepolisian

Polisi yang datang ke TKP langsung mengidentifikasi korban dan mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan, Satu bilah golok bergagang besi dan satu buah kain sarung kotak -kotak berlumur darah milik korban ,juga beberapa keterangan saksi mata di TKP

AKP. Uka Subakti SH, menyatakan bahwa kasus ini dilakukan oleh pelaku tunggal dan untuk sementara pelaku dikenakan dengan Pasal. 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," jelasnya


> ari

TerPopuler