Camat Sukamulya Bertekad Realisasikan Sarana dan Prasarana Pendidikan SMA dan SMK

Camat Sukamulya Bertekad Realisasikan Sarana dan Prasarana Pendidikan SMA dan SMK

Jul 11, 2019, July 11, 2019

BantenNet.com , KABUPATEN TANGERANG - Bertempat di Aula kantor Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang, rapat musyawarah tentang rencana sarana dan prasarana pendidikan tingkat SMA dan SMK di wilayah Kecamatan Sukamulya ( 11/7/2019)

Disepakati pembangunan dua Sekolah Menengah Atas (SMA) dan SMK baru di Kabupaten Tangerang pada 2019, akibat
Buntut dari Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 juga sistem zonasi yang diberlakukan saat ini

Selain itu,pembangunan SMA dan SMK baru di Kecamatan Sukamulya merupakan hal yang memang sangat mendesak sekali, bahkan sampai kini di Sukamulya belum memiliki sekolah lanjutan bertarap negeri

Tampak hadir pada rapat musyawarah tersebut, Camat Sukamulya (H.Bambang Misbahudin.S.Sos.MM ) Kapolsek Balaraja (AKP.Feby Haryanto), Danramil 05/ Balaraja, Ketua PGRI Kecamatan Sukamulya (Rasinan Yusup S.pd) dan ketua Dewan pengawas pendidikan (Rosmanah S.pd), serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama Se Kecamatan Sukamulya

Dalam sambutannya Camat Sukamulya H.Bambang Misbahudin S.Sos.M.M, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kabupaten Tangerang yang telah menyiapkan anggaran yang cukup nantinya untuk  membangun sarana dan prasarana pendidikan di Kecamatan Sukamulya

Pihaknya segera akan menyampaikan usulan hasil musyawarah hari ini kepada Bupati," jelasnya

"Lahannya sudah ada,sangat luas, bisa kita bangun untuk SMA atau SMK” jelas H.Bambang Misbahudin

Terkait PPDB, dan sistem Zonasi yang marak saat ini, H.Bambang Misbahudin, mengingatkan untuk calon siswa baru yang sudah diterima di SMA/SMK negeri dan swasta saat ini agar tidak lagi ikut mendaftar di PPDB tahap kedua," ujarnya

H.Bambang juga mengatakan, penambahan rombongan belajar (rombel) di beberapa sekolah guna menampung siswa yang tercecer masih dalam batas toleransi. Yakni tidak melebihi 12 rombel seperti ketentuan dalam Permendikbud," terang Camat Sukamulya

Khusus untuk di Kecamatan Sukamulya memang butuh solusi berupa penambahan sekolah baru. Pasalnya disini terbatasnya jumlah sekolah ditengah padatnya konsentrasi penduduk telah menjadi masalah besar sejak 3 tahun belakangan ini, sementara di Kabupaten Tangerang ada  beberapa sekolah negeri telah berbagi agar jumlah siswa di setiap rombel tidak melebihi 36 orang," jelas H.Bambang Misbahudin salah satu Camat yang di kenal begitu peduli terhadap dunia pendidikan saat ini

 “Kaitannya dengan swasta, kita sudah bentengi kalau ada anak yang bersekolah di negeri ternyata sudah terdaftar di swasta, siswa yang bersangkutan sudah menandatangani surat dan otomatis gugur,” ujarnya

Sementara itu Rasinan Yusup.S.pd meminta sekolah swasta agar mau menerima kembali siswa yang sempat ingin pindah ke negeri. Mengingat sistem yang berbeda antara negeri dan swasta, pihak sekolah agar berinisiatif untuk melakukan pengecekan," ujarnya

Seperti salah satu sekolah negeri di Kabupaten Tangerang, yang langsung meminta nama-nama siswa yang sudah diterima sekolah swasta. Dengan begitu, sekolah tersebut bisa lebih mudah menggugurkan pendaftar yang sudah diterima sekolah swasta,"ungkapnya

Lain halnya dengan Rosmanah, selaku pengawas pendidikan Kecamatan Sukamulya, mengaku akan mengambil sampel nama-nama siswa yang terdaftar di sekolah swasta. Di samping meminta sekolah swasta turut aktif menyampaikan ke Ombudsman atau Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terkait hal ini," jelasnya

Maraknya penambahan rombel di beberapa sekolah tentu berdampak pada ketersediaan ruang kelas. Sebab, ada beberapa sekolah yang akhirnya memanfaatkan laboratorium sebagai kelas. Hal ini diharapkan tidak mengurangi kualitas belajar mengajar. “Jangan sampai karena kelasnya di laboratorium jadi malas-malasan," terang Rosmanah S.pd kepada BantenNet.com

Tetapi Standarisasi harus tetap dijaga, karena sifatnya kan sesaat. Kalau sudah ada anggaran, ada ruangan baru tentu lebih bagus lagi SMK dan SMA nya,"pungkasnya

> ari

TerPopuler