Pengusaha Trucuk Tanah Abaikan Perbup No.47 Warga Kecamatan Kosambi Gelar Aksi

Pengusaha Trucuk Tanah Abaikan Perbup No.47 Warga Kecamatan Kosambi Gelar Aksi

Jul 14, 2019, July 14, 2019


BantenNet.com. KABUPATEN TANGERANG - Rutasan massa memberhentikan  mobil truk pengangkut tanah dan berteriak "putar balik putar balik" hal ini dilakukan oleh Warga Kecamatan Kosambi yang mengeluhkan mobil pengangkut tanah yang beroprasi tidak kenal waktu,  Minggu ( 14/7/2019).

Aksi dan Orasi yang dilaksanakan di depan PT Paradis jalan raya francis kecamatan kesambi kabupaten Tangerang.

Ketua tim  Aksi Dede yusup dalam orasinya, kita semua sudah empat kali menyampaikan keluhan  warga tetapi tidak pernah digubris oleh pihak pemerintah baik itu kecamatan kosambi ataupun pemerintah kabupaten Tangerang.

Aturan yang di buat oleh Pemda kabupaten Tangerang dengan No 47 Tahun 2018 tentang pembatasan waktu oprasinal mobil barang pada ruas jalan di wilayah kabupaten Tangerang, seakan di kengkang dan tidak di gubris sama sekali,  dibuat tapi tidak dijalankan dengan semestinya ada apa dengan pemerintah kabupaten Tangerang.ucapnya.

Kami Perwakilan masyarakat sebelumnya sudah  diadakan musyawarah dengan perwakilan para kontraktor pengurugan di lahan PT. Kukuh Mandiri, pada hari Sabtu tanggal 6 Oktober 2018,di aula polsek Tekuknaga.

Dan musyawarah kedua belah pihak disaksikan oleh Dewan Napsin dan Dewan Jayusman. Berdasarkan surat edaran yang di sampaikan oleh Dinas Perhubungan kabupaten Tangerang Nomor 55.12/924 tahun 2015 tentang jam operasi mibil truk tanah merah di wilayah kabupaten Tangerang.
Orasi massa di bawah pengamanan Pores dan Polsek teluknaga  berjalan aman dan terkendali, neskipun massa aksi menghadang mobil penggangkut tanah merah , tidak ada aksi nekat yang bertindak anarkis.

"Ketua aksi Dede bersama massa menginginkan satu hari 50 mobil itu pun sudah diatur jamnya, dan ketika aksi ini tisak ada tanggapan dari dinas perhubungan dan pemerintah kabupaten Tangerang mereka akan menggelar aksinya di depan bupati Tangerang Tigaraksa akan menuntut terjait PERBUB yang dikeluarkan. Sebab kata Dede Perbub tersebut sudah banyak memakan korban warga kosambi yang ditabrak truk pengangkut tanah merah. Yang beoprasi 24 jam imbuhnya.

> jar

TerPopuler