Warga Tanya KTP, Petugas Pelayanan Mencak Mencak

Warga Tanya KTP, Petugas Pelayanan Mencak Mencak

Jul 17, 2019, July 17, 2019


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG -  Sarun Edy Saputra Warga Kp.Kongsi Baru Desa Mekarsari Kecamatan Rajeg, Kena marah marah  Oknum Pelayanan KTP Saat menanyakan Kartu Identitas Tanda Kependudukan  yang di buatnya di kecamatan enam bulan yang lalu.

Menurutnya, dirinya hanya menanyakan KTP yang sudah mengikuti proses pembuatan KTP dan KK enam Bulan yang lalu dan sampai saat ini hanya KK yang jadi tapi tetangga saya yang mengurus langsung Ke Disdukcapil sudah jadi semua, Kata Sarun Edy Saputra, rabu (17/7/2019) di kecamatan Rajeg kepada BantenNet.com.

" KTP dan KK tidak pernah jadi jadi selama Enam bulan yang lalu, saya bertanya malah marah marah bahkan sampai menunjuk nunjuk ke arah saya dengan emosi"
Edy, juga menyesalkan dengan sikap dan perilaku pegawai Kecamatan Rajeg yang mencak mencak dirinya di depan umum.

" Saya hanya menanyakan Kepada Pegawai Pelayanan KTP, Kenapa dirinya marah marah kepada saya, wajar dong saya menanyakan kenapa KTP dan KK saya kaga jadi jadi, sedangkan saya bikin tidak geratis saya bayar satu KTP dan Satu KK sebesar  200.000 rupiah  " ungkapnya.


Endang Mulyawan Kasi Pelayanan Kecamatan Rajeg mengutarakan, ini haya mis komunikasi ajah dan ini sering terjadi karana kami disini emang sebagai pegawai yang langsung bersentuhan dengan masyarakat yang harus memenuhi kebutuhan pribadinya sebagi warga negara yang baik, ujarnya.

"dengan kejadian adanya marah marah warga ke pegawai dan di bales oleh petugas pelayanan KTP sangat saya sesalkan dan seharusnya jangan sampai terjadi   tapi terkadang hal ini membuat rasa manusiawi dan emosional pegawai tidak tertahan" sesal endang.

Dirinya juga sering memberikan arahan kepada warga dan masyarakat bahwa pembuatan KTP sekarang sangatlah sulit melihat tidak adanya Blanko e-KTP di dinas Kependudukan dan catatan Sipil, hal ini sering saya utarakan ketika melakukan rapat di Kabupaten Tangerang, jelas Endang.

Endang juga menambahkan, jangan sampai hal ini terus terjadi dan kita semua yang di bawa menjadi bulan bulan kemarahan warga meski berberapa kali masyarakat kami berikan arahan tapi banyak juga warga yang kurang memahami, padahal apa yang kami lakukan sebagai pelayan publik sudah sesuai dengan aturan dan prosedur dan semua di lakukan tidak ada pungutan biaya atau gratis, tutupnya.

> ldn

TerPopuler