Diduga Mengalami Keracunan gas,15 Santriwati SMPIT Nurul Hikmah kembali Di Rawat ke PuskesmasBantenNet

Diduga Mengalami Keracunan gas,15 Santriwati SMPIT Nurul Hikmah kembali Di Rawat ke Puskesmas

4 Sep 2019, 9/04/2019

‎BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Sebanyak 15 santriwati SMPIT Nurul Hikmah kembali dibawa ke Puskesmas Pasar Kemis karena diduga mengalami keracunan gas, Senin (2/9) malam. Para santri yang belajar di Kampung Bugel, Desa Pangadegan, Pasar Kemis itu dibawa ke Puskesmas lantaran menderita mual, pusing dan nyeri ulu hati.11 dari 15 santriwati yang mendapatkan pengobatan sebelumnya sudah keracunan pada Kamis, 29 Agustus 2019 mendatang.

Mereka yakni Dea Adelia (13), Najwa (13), Siti Aat Apriyani (13),Siti Bibih Habibah (12),Dela Agustin (14),Nursaidah (13),Indah Nurfadilah (13), Siti Fadilah (13), Riska Aulia (13),Yuliyanti (13), dan Aulia Nurfadila (12).Sementara 4 santriwati lainnya merupakan korban baru diantaranya,Lusi Maharani (12),Nia Amalia (14),Stela (13) dan Sindi Amelia (12).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Achmad
Taufik mengatakan perusahaan yang disinyalir dapat mengakibatkan belasan santri keracunan
adalah PT Noor Annisa Chemical. Perusahaan itu bergerak dalam bidang pengolahan limbah dan berjarak 1,2 km dari SMPIT Nurul Hikmah. Selain itu, ada sejumlah perusahaan
limbah lainnya yang ada di Kecamatan Sepatan.

“Terdapat beberapa perusahaan yang menyebabkan kejadian ini, salah satunya PT Noor Anisa, situasi dan kondisi sepanjang antara perusahaan Noor Annisa ke ponpes sudah dipadati rumah warga, dan SD, akan tetapi warga sekitar tidak mengalami hal yang sama, “ungkap Taufik kepada media. Selasa (3/9/2019).

Dengan adanya peristiwa tersebut, Taufik mengatakan DLHK akan mengambil sampel air milik ponpes dan milik warga sekitar, serta sampel udara di sekitar SMPIT Nurul Hikmah secara 24 jam nonstop. Alat pendeteksi tersebut akan dipasang di atas musalla.

“Tim laboratorium independen telah memasang alat, untuk mengecek siklus udara namun dan melihat hasil uji labnya tetap sama, membutuhkan waktu 10 hari. Tim puskesmas juga sudah melakukan perawatan dan pengobatan,”ujarnya.

Nanang sebagai pengurus atau guru SMPIT Nurul Hikmah mengatakan, keluhan para santriwati yang mengalami keracunan gas sama persis dengan peristiwa sebelumnya, Kamis (29/8/2019) lalu.Yaitu mengalami pusing, mual dan nyeri ulu ati, waktunyapun selalu malam hari.


“Benar kejadian itu ada lagi sekitar pukul 19:30, para santriwati yang hendak mengaji mengeluhkan pusing kepala,mual, dan nyeri ulu ati,“ imbuh Nanang kepada media, Selasa (3/9).

Menurut Nanang, dengan adanya peristiwa keracunan yang menimpa anak didiknya sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar di SMPIT Nurul Hikmah. Setelah ada peristiwa keracunan, pondok pesantren tersebut menjadi ramai.

“Untuk kejadian yang pertama sempat diliburkan dan anak-anak dipulangkan untuk keamanan, namun kali ini tetap berjalan, tetapi tetap kurang kondusif, karena pihak kepolisian, dinkes, dan DLHK mondar-mandir ke sini,“ucapnya.

Kasubag TU Puskesmas Pasar Kemis Ade Dahyani mengatakan, musibah yang menimpa santriwati SMPIT Nurul Hikmah, diduga kuat akibat gas beracun yang tersebar melalui udara.

Ade menduga ada benda atau zat yang terkena hujan atau air dan menimbulkan uap gas yang beracun. Dia juga menganalisa keracunan yang dialami para santri tidak mungkin disebabkan oleh makanan.

“Jangankan zat berbahaya,tanah kering saja kalau kena hujan itu menimbulkan gas, walaupun sampai saat ini masih
menjadi pertanyaan. Kalau dari makanan tidak mungkin karena ada santri yang baru datang dari
rumahnya, jadi belum mencoba makanan di pondok,“jelasnya,kemarin.

Menurut Ade, 11 santriwati yang mengalami keracunan merupakan korban yang sebelumnya sempat ditangani oleh Puskesmas Pasar Kemis.Namun 4 santri diantaranya, Lusi Maharani (12), Nia Amalia (14), Stela
(13), dan Sindi Amelia (12) baru kali ini mengalami keracunan gas. Ade juga mengatakan jika kondisi udara di Kampung Bugel kurang sehat untuk pemukiman
warga.

”Para santri yang datang terlihat lemas, dirawat disini hanya sebentar sudah kembali segar,kayanya memang kondisi udaranya juga disana kurang baik“ ucapnya.

Wakapolresta Tangerang AKBP Komarudin mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan DLHK untuk mencari penyebab keracunan yang menimpa satriwati SMPIT Nurul Hikmah. Dia mengatakan akan
menindak tegas jika penyebabnya sudah diketahui.

“Kita koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mencari tahu penyebabnya, dari Dinkes melalui Puskesmas juga masih mencari tahu dan kita masih menunggu hasil uji lab“pungkasnya.

> ldn

Iklan Masyarakat

TerPopuler