Atasi Bau Tak Sedap Di TPA , DLHK Gunakan Cairan Mikro BiologiBantenNet

Atasi Bau Tak Sedap Di TPA , DLHK Gunakan Cairan Mikro Biologi

29 Okt 2019, 10/29/2019


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Dalam menanggulangi bau tak sedap yang diakibatkan banyaknya tumpukan sampah di TPA Jatiwaringin Pihak Dinas LHK bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Tangerang melakukan penyemprotan cairan mikro Biologi B-8.

M.Taufik Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang  menjelaskan kegiatan hari ini bentuk sebuah evaluasi dalam  mengatasi dampak bau tak sedap    dari banyaknya sampah yang sudah menggunung dan sangat berdampak bagi kesehatan di sekita TPA yang terdiri dari tiga kecamatan dan beberapa Desa Seperti Desa Gintung, Desa Buaran Jati Desa Jatiwaringin,Desa Rajeg Mulya dan Desa Tanjakan Mekar.paparnya kepada BantenNet.com, Selasa ( 29/10/2019).

" kita lakukan uji coba dan lihat hasilnya setelah yang di rasakan masyarakat dari penyemprotan hari ini minimal 3 hari kedepan akan terlihat hasilnya dan dapat terasa oleh masyarakat selama 6  satu bulan sampai 1tahun dan bila berdampak sangat baik bagi masyarakat akan kita lakukan secara kontinyu terus menerus dan mudah - mudahan juga selain menghilangkan bau  dapat meminimalisir asap tapi kami dari DLHK Kabupaten Tangerang berupaya terus menerus dalam mencari solusi persoalan persoalan sampah" jelas Taufik.

Taufik juga menambahkan salah satu bentuk keseriusan Bupati Tangerang dalam mengatasi sampah dengan cara bioteknologi yang dicampur dengan air, selain ini juga pihak Pemda Kabupaten Tangerang pada awal tahun pertama di tahun 2020 akan ada  revitalisasi TPA agar tampilan TPA tidak terlihat kumuh, seperti ada sebuah taman, Perkantoran,  dan lain sebagainya.ucapnya.

" Selama ini Kabupaten Tangerang terus mencari solusi dalam menanggulangi sampah agar bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat banyak baik dalam biogas buat perapian bahakan Bupati Tangerang terus memikirkan bagaimana sampah bisa di jadikan sebagai pembangkit tenaga listrik,ini bukannya lipstik atau pencitraan " terangnya.

Bupati Tangerang terus berupaya mencari solusi bahkan investor investor sudah banyak yang berdatangan akan tetapi belum ada  teknologi  di Indonesia untuk di jadikan contoh dan kami sangat konsen sekali dalam menanggulangi sampah yang ada di kabupaten tangerang,ujarnya.

Hal senada di ungkapkan Ahmad Sugandi Kepala UPT bentuk kegiatan ini adalah cara mengatasi epek bau yang di timbulkan dari tumpukan sampah  dan apa hasil yang akan dirasakan oleh masyarakat bila berdampak  positif dan baik akan terus di lakukan bukan hanya kali ini ajah, bahakan bukan hanya sampah sungai sungai yang sudah tercemar pun akan di lakukan penyemprotan agar tidak adanya epek bau bagi warga atau masyarakat.ungkapnya.
" bioteknologi mempunyai jangka waktu yang lama bisa mencapai satu tahun"

Ini akan terasa oleh masyarakat setelah dua atau tiga hari dari waktu pelaksanaan penyemprotan, upaya-upaya dalam mengatasi sampah terus di lakukan dan salah satunya ini bahkan ini di lakukan oleh seorang profesor, yang sudah melakukan penelitian terhadap masalah sampah dan cairan yang di pergunakan sekarang tidak memiliki epek yang berbahaya karena ini dari bahan bahan herbal, semoga apa yang kita lakukan bisa menghasilkan yang terbaik bagi warga dan masyarakat, tutupnya mengakhiri.

> ldn

Iklan Masyarakat

TerPopuler