Camat Kresek, Resmikan Program Gebrak PakumisBantenNet

Camat Kresek, Resmikan Program Gebrak Pakumis

9 Okt 2019, 10/09/2019

BantenNet.com , KABUPATEN TANGERANG - Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pemakaman Kabupaten Tangerang melalui Peraturan Bupati (Perbup) nomor 63 Tahun 2019 soal Program Gebrak Pakumis

Iwan Firmansyah Selaku Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pemakaman Kabupaten Tangerang  mengatakan, program tersebut merupakan gerakan bersama rakyat atasi kawasan padat, kumuh, miskin, dan pemberdayaan lingkungan sosial ekonomi

Program tersebut sebelumnya hanya membangun dan membedah rumah saja, namun saat ini ditambah dengan pemberdayaan masyarakatnya.

"Saat ini program Gebrak Pakumis ada plusnya, ya plusnya itu adalah membangun lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakatnya jadi bukan hanya rumahnya saja yang kita bedah tetapi ekonominya juga, agar masyarakat tersebut bisa tumbuh menjadi masyarakat yang sejahtera," ucap Iwan

Iwan menambahkan, dengan diadakannya sosialisasi ini dapat memberikan gambaran kepada Camat untuk dapat memberikan dukungan.
Sebab, Pemerintahan Kabupaten Tangerang menaruh target 1000 rumah masuk dalam Gebrak Pakumis Plus

Erwin Mawandy selaku Kabid Perencanaan Paraswil Bappeda Kabupaten Tangerang mengatakan Rabu (9/10/2019), Gebrak Pakumis target sasaran sebanyak 1.000 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di 19 Kecamatan antara lain Kecamatan Kronjo, Gunung Kaler, Kresek, Kemeri, saat ini saja sedang dievaluasi oleh Bappeda sebagai Institusi yang bertanggung jawab terhadap proses perencanaannya," Ucapnya.

Achmad Zaenudin S.Sos.M.S.i selaku Camat Kecamatan Kresek menegaskan," Kita perlu kolaborasi dengan  beberapa OPD yang terkait dengan penataan lingkungan kawasan permukiman sekaligus pemberdayaan ekonomi nya, karena target tahun ini sebanyak 1000 rumah," terang H.Achmad Zaenudin ketika ditemui BantenNet.com dilokasi peletakan batu pertama di Kampung Etek Rt.009/03 Desa Kemuning sebanyak 21 rumah dari keseluruhan 50 unit yang ada di Desa Kemuning Kecamatan Kresek

Sampai di akhir di bulan November 2017 lalu, pengerjaan pembangunan layak huni yang di kerjakan oleh UPK sudah mencapai 65 persen.

Camat Kresek meminta Bappeda didalam Evaluasinya menekankan kepada para Pelaksana program untuk meningkatkan kualitas Manajerial dalam hal Administrasi, pelaksanaan lapangan, maupun logistik bahan bangunan," tegas Achmad Zaenudin

"Saya menginginkan bahwa Masyarakat berpenghasilan Rendah yang menjadi sasaran Program Gebrak Pakumis ini mendapatkan kualitas bangunan yang terbaik"

Oleh karenanya UPK selaku Pelaksana teknis dilapangan harus benar-benar memahami aturan main dan ketentuan yang telah diatur didalam Peraturan Bupati,"terang Zaenudin

Achmad Zaenudin S.Sos.M.Si mengharapkan pada akhir bulan Desember sudah rampung 100 persen. "Kami optimis bahwa akhir tahun ini pekerjaan yang dilaksanakan dilapangan baik Rehabilitasi rumah tidak layak huni beserta penyediaan individual toiletnya akan tuntas dan bisa dipergunakan sepenuhnya oleh masyarakat penerima program," pungkasnya.

Ditempat terpisah Sekda Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengungkapkan, bahwa Dirinya sangat berterimakasih kepada Dinas Perkim dan jajarannya yang sudah berusaha untuk menggandeng pihak konsultan,"jelasnya

"Saya berharap ini bisa kita pertajam beberapa komitmen, sebelumnya Program Gebrak Pakumis ini mengacu kepada Perbup 42 Tahun 2016 pada saat itu gebrak pakumis yang lama hanya terkait dengan fisiknya saja dan dalam Perbub. No. 63 Tahun 2019 ada tambahan plusnya yakni meningkatlan kesejahteraan masyarakatnya juga," ucap Sekda.

Sejak 2012 hingga 2018, pemerintah daerah melalui Bappeda sudah berhasil membangun atau merevitalisasi rumah sebanyak 6694 unit. Sementara pada tahun 2019 ditargetkan sebanyak 1000 unit yang akan dibangun,"terangnya

>ari
Iklan Masyarakat

TerPopuler