Masih Banyak Rumah Tak Layak Huni Di Kabupaten TangerangBantenNet

Masih Banyak Rumah Tak Layak Huni Di Kabupaten Tangerang

28 Okt 2019, 10/28/2019

BantenNet.com , KABUPATEN TANGERANG - Sungguh miris dan memperihatinkan jika melihat kehidupan pasangan suami-istri Sakiran (65) dan istrinya Sanirah (59) warga RT 013/006 Kp. Kosambi Desa Pasir Ampo Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang

Tinggal di gubuk reyot dan nyaris roboh. Sakiran kesehariannya hanya mengandalkan penghasilan sebagai buruh tani di kampung, sedangkan istrinya ibu rumah tangga biasa

"Jangankan kami untuk memperbaiki rumah,untuk makan sehari - hari saja kami sering kesulitan," ucap Sakiran

Namun demikian, Sakiran dan  istrinya menjalani hidup tetap penuh dengan semangat.Bahkan, ia juga mengajak seorang cucunya untuk tinggal di rumah guna menemaninya hari - harinya "Ada satu cucu saya yang ikut tinggal di sini," tambah Sanirah, istri Sakiran ketika ditemui bantenNet.com di kampung Kosambi Desa Pasir ampo

Sementara itu dari data Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR jumlah RTLH di Indonesia yakni sekitar 3,4 juta unit. Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk penanganan RTLH selama lima tahun mulai 2015-2019 adalah 1,5 juta unit.

Adapun pada 2020 mendatang, Kementerian PUPR akan segera mengalokasikan dana sebesar Rp 4,358 triliun untuk melakukan bedah rumah terhadap 181.365 unit RTLH di seluruh Indonesia.

Data milik Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, capaian program BSPS dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pada 2015, Kementerian PUPR berhasil meningkatkan kualitas RTLH sebanyak 61.489 unit. Meningkat jadi 96.881 unit pada 2016, dan sekitar 110.732 unit pada 2017. Sedangkan di 2018 jumlahnya naik menjadi 195.305 unit dan 2019 sekitar 198.500 unit rumah.


Jika melihat Total capaian program rumah swadaya selama lima tahun sekitar 662.907 unit rumah, akan tetapi di Desa Pasir Ampo masih banyak yang membutuhkan perhatian dan campur tangan pemerintah daerah,"terang Warta selaku Kordes atau Ketua ranting Fraksi PDI - P tingkat Desa

Bahkan menurut Warta ada juga penyaluran program bantuan untuk Pembangunan Baru Rumah Swadaya senilai Rp 35 juta,"jelasnya

"Semua program penyaluran dana bedah rumah atau BSPS Kementerian PUPR tidak dipungut biaya sama sekali," pungkasnya

Melihat kondisi rumah berdinding bambu milik pasangan suami istri,Sakiran dan Sanirah yang terlihat jebol di sana-sini. Atap rumah yang terbuat dari bambu pun sudah mulai keropos dimakan bubuk. Selain itu juga mungkin karena air rembesan dari genteng rumah karena banyak yang bocor, sedangkan lantai rumah masih tanah.Sehingga jika hujan turun, gentengnya bocor dan membuat lantai tanah becek serta lembab

Hal inilah yang membuat Warta, berharap, adanya rasa kepedulian dan rasa khawatir, takut roboh sewaktu-waktu dan membahayakan keselamatan jiwa mereka," ucapnya

Di mata para tetangganya, sosok Sakiran dan istrinya memang dikenal sangat ringan tangan, walau usianya yang sudah lanjut, tetapi keduanya tak segan-segan sering ikut menolong jika ada tetangga yang membutuhkan bantuanya,,"ucapnya

Kini,Sakiran dan istrinya hanya  butuh uluran tangan para dermawan ataupun pemerintah, untuk segera memperbaiki rumahnya yang nyaris roboh ini," pungkasnya


> ari
Iklan Masyarakat

TerPopuler