Naik Kendaraan Umum di Tol Cikupa-MerakBantenNet

Naik Kendaraan Umum di Tol Cikupa-Merak

1 Okt 2019, 10/01/2019

BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Sejumlah karyawan pabrik di kawasan Cikupa Mas naik kendaraan umum di tol Cikupa-Merak. Naik pagar besi kendaraan angkutan umum dan bus sudah menunggu di badan jalan tol. Ini terjadi setiap hari, karyawan sift dua masuk malam pulang pagi dan sift satu masuk pagi pulang sore.

Dengan terjadinya hal tersebut phak perusahaan sudah menyediakan bus antar jemput karyawan. Nmun fasilitas yang diberikan tidak diindahkan oleh para karyawan. Puluhan karyawan tetap memilih naik kendaraan umum di jalan tol. Kebanyakan karyawan yang dimaksud tinggalnya di wilayah barat, yakni Kabupaten Serang, Cikande Serang dan sekitarnya.

Saat para karyawan naik pagar dan kendaraan umum berada di badan jalan, jarang melintas petugas. Untuk menghentikan aktifitas karyawan maupun kendaraan umum yang melanggar peraturan.

Salah seorang karyawan pabrik asal Serang, Sundari mengatakan, pulang naik kendaraan umum lewat jalan tol bisa cepat sampai rumah. Kalau ikut bus jemputan sampai rumah bisa sampai pukul 19.00 WIB, karena jalan macet.

Berbeda dengan naik kendaraan umum di tol, pukul 16.00 WIB keluar pabrik sampai rumah secepat-cepatnya pukul 17.30 sudah sampai rumah. Ia mengaku, setiap hari pulang kerja selalu naik bus yang mangkal di jalan tol. Tapi kalau berangkat pagi ia tetap berangkat ikut bus jemputan. "Sebenarnya tidak boleh, tapi bagaimana lagi, sampai sekarang masih saja ada yang pulang tidak naik bus jemputan. Ya saya ikut-ikutan," kata Sundari.

Menurut salah seorang pedagang di kawasan pabrik yang enggan disebutkan namanya mengatakan, tidak setiap hari ada petugas yang melintas dan melarang bus atau angkutan umum yang menunggu karyawan pabrik pulang.

Yang terjadi justru petugas dari perusahaan tersebut mengusir menggunakan kayu dan dipukulkan di pagar besi. Agar para karyawan tidak naik pagar besi dan tidak naik kendaraan umum di jalan tol. Namun upaya petugas tidak membuahkan hasil, meskipun itu sudah berkali-kali melakukan.

Mereka menganggap penumpang karyawan ini sudah setiap hari naik dan sudah menjadi langganan. "Ya begitulah setiap hari, meskipun perusahaan sudah menyediakan armada antar jemput karyawan, tapi masih saja karyawan mengabaikannya. Begitu juga dengan petugas yang melarang menaikkan penumpang di jalan tol, tetap saja tidak menjadi jera kendaraan angkutan umum maupun bus menaikkan penumpang," jelasnya.

> iwn
Iklan Masyarakat

TerPopuler