Panitia Pilkades Desa Laksana Di Desak Warga, Tetapkan Mulyadi Sebagai Calon Kades DefinitifBantenNet

Panitia Pilkades Desa Laksana Di Desak Warga, Tetapkan Mulyadi Sebagai Calon Kades Definitif

23 Okt 2019, 10/23/2019


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Bakal calon (Balon) Kepala Desa (Kades) Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang,  bersama pendukungnya mendatangi panitia pengawas (Panwas) Pilkades Laksana, Rabu (23/10/19) siang.

Direktur Eksekutif Komunike Tangerang Budi Usman, mengatakan  Bupati dan  Pemda Kabupaten Tangerang  segera membuat percepatan keputusan untuk panitia Pilkades Desa dengan melakukan  pencoretan salah satue Calon Kades Laksana Mustar dengan segera dan memasukan dan menetapkan  saudara Mulyadi sebagai calon tetap Kades laksana 2019-2025.

Menurutnya, dalam kontestasi Pilkades demi tegaknya nya supremasi regulasi Pergub 79 tahun 2014 terutama persyaratan Kesehatan jasmani rohani pasal 4 ayat 1 hurup N,bahwa calon kades harus berbadan sehat jasmani rohani, tandas Budi yang juga komisioner Panwaslu kabupaten Tangerang Tahun 2003.

" Dengan adanya temuan  hasil tes kesehatan yang dikeluarkan rumah sakit tersebut, dengan  isi surat adanya ganguan kejiwaan yang tidak sehat secara rohani dan jasmani pada salah satu calon, dan itu sudah jelas adanya kekurangan dan tidak bisa mengikuti tahapan selanjutnya dengan aturan yang sudah di tetapkan oleh peraturan dan perundang undangan yang ada" jelas Budi.

Budi juga menambahkan,  yang melakukan  pemriksan adalah dokter spesialis kejiwaan bukan dokter fisik, ketika di lakukan medical ceck up di RS Pantura Pakuhaji sudah jelas,bila sudah ada fisik, EKG, laboratorium, dan tes narkoba dan di temukan adanya kekurangan bahkan dibkataka tidak lolos dalam tes kesehatan kenapa panitia masih bisa  menerima calon yang sudah terbukti tidak lolos,” ungkapnya.

Masih menurut Budi ,Kedatangan Kami untuk melaporkan penemuan terkait kejanggalan hasil tes kesehatan dari salah satu kandidat calon Kades Laksana, yang berasal dari 2 rumah sakit di daerah Kabupaten Tangerang, beberapa hari yang lalu.

Sementara itu  Mulyadi, adanya temuan hasil tes kesehatan salah satu Calon Kades Laksana dengan hasil tes dari rumah sakit di daerah Tangerang.di ketahui bahwa tes uji kesehatan calon kades hanya bisa dilakukan satu kali di rumah sakit yang telah ditentukan pemerintah setempat.ungkapnya.

“Yang jelas kita keberatan atas medical ceck up yang dilakukan salah satu calon Kades Laksana, orang tersebut sudah jelas bareng dengan kita bersama-sama tesnya, akan tetapi hasil tes kesehatan yang lampirkan orang itu dari RSU Kabupaten Tangerang, kenapa bisa 2 kali tes kesehatan di rumah sakit yang berbeda,” kesalnya.

Menurut Mulyadi, saat dirinya menanyakan panitia Pilkades Laksana perihal hasil tes kesehatan  dari orang tersebut, bahwa panitia menyatakan diperbolehkan tes kesehatan 2 kali di rumah sakit yang berbeda, dengan peraturan bupati Tangerang, padahal ia mengetahui hasil tes dari orang tersebut dalam keadaan tidak sehat dari rumah rumah tersebut.

“Ketika kami koordinasi dengan panitia, berbicara bisa tes kesehatan dilakukan 2 kali dengan aturan perbup, padahal disitu sudah jelas medical ceck up dari calon kades tersebut di rumah Sakit Pantura Pakuhaji dinyatakan tidak sehat, kalau sudah ketahuan hasilnya tidak sehat, kalau kita ngacu medical ceck up kedua, terus apa yang jadi ketentuan dari panitia,” ujarnya.

Mulyadi memaparkan, penemuan dalam isi surat hasil tes kesehatan tersebut masalah kejiwaan. Sampai saat ini, Mulyadi mempertanyakan panitia menerima calon kades hanyan dengan hasil tes kejiwaan, tanpa adanya penemuan-penemuan bukti yang kongkrit yang dilakukan panitia Pilkades Laksana, sebelum menerima calon kades tersebut.

Ketua Panwas Pilkades Laksana, Handi berencana akan mengundang Ketua Panitia Pilkades Laksana, untuk melakukan koordinasi terkait pelaporan balon Mulyadi N, yang keberatan dengan hasil tes kesehatan salah calon kades di Laksana, dan dirinya akan memberitahu hasilnya ke pelapor dalam jangka waktu kurang lebih selama 7 hari.

“Paling nanti kita panggil ketua panitia gimana enaknya, lalu kita lanjut ke Kecamatan Pakuhaji, baru kita kasih hasilnya, sebenarnya sih 7 hari batas waktunya, mudah-mudahan bisa selesai sebelum 7 hari itu, kemudian kita cek semua berkas-berkas calonnya,” jelas Hadi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Desa Laksana tingkat desa, Asep tidak bisa hubungi, melalui telpon whats app dan seluler, diduga nomor kontak tersebut sedang dinon aktifkan pemilik handphone.

>ldn

Iklan Masyarakat

TerPopuler