Sijago Merah Habis Melalap Pabrik Plastik Sisakan Puing - Puing Bekas TerbakarBantenNet

Sijago Merah Habis Melalap Pabrik Plastik Sisakan Puing - Puing Bekas Terbakar

27 Okt 2019, 10/27/2019

BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Kebakaran Pabrik Plastik di Kosambi Tak Kunjung Padam, Warga Kecam Izin Pendirian Pabrik kebakaran sekitar  pukul 22.00 WIB

Kebakaran terjadi di pabrik plastik yang berada dilingkungan padat penduduk yang ada di wilayah kelurahan Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (25/10/19) malam.

Hingga berita ini diturunkan, yang tersisa hanya puing -puing pasca sijago merah melalap pabrik plastik yang ada dalam pemukiman padat pendukduk.

Ketua DPD Badan Pengawas Lembaga Keuangan Aparatur Sipil Negara (BPLK-ASN) Banten, Robet Arafat Nainggolan mengatakan bahwa petugas pemadam kebakaran (Damkar) baru tiba di lokasi setengah jam saat kebakaran terjadi.

"Untungnya keadaan angin tidak begitu kencang, sehingga api tidak merembet ke kawasan pemukiman atau rumah para penduduk yang ada di wilayah pabrik tersebut," kata Robet dalam keterangan tertulisnya kepada media Online di Kosambi, Kabupaten Tangerang Sabtu (26/10/19) dini hari.

Robet yang merupakan warga Kosambi itu juga belum mengetahui penyebab pasti kebakaran. Namun, ia mengaku bahwa pemilik maupun karyawan pabrik tidak berada di lokasi kejadian saat si jago merah menghanguskan bangunan.

"Sampai sekarang api masih belum dapat dipadamkan oleh pihak Damkar," ujarnya.

Robet pun mengecam Pemerintah Kabupaten Tangerang lantaran memberikan izin pendirian pabrik di tengah pemukiman warga. Sebab, lanjut dia, kebakaran di daerah Kosambi selalu disebabkan oleh Pabrik-pabrik yang membuat masyarakat sekitar menjadi resah.

"Kami BPLK-ASN Banten menganggap birokrasi Banten harus membenahi diri, terkait penataan ruang tata letak wilayah di Tangerang. Dan terlebih pemerintahan kelurahan Salembaran Jaya serta Bupati Tangerang yang harus mengambil sikap tegas atas izin perusahaan yang semakin hari semakin marak," tegas Robet.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia itu menyebutkan, birokrasi pemerintah yang sekarang hanya memikirkan kepentingan perusahaan, yang tidak memperdulikan keinginan masyarakat yang berada di sekitar pabrik-pabrik.

"Birokrasi yang hari ini hanya memikirkan kepentingan pribadi dari perusahaan, masyarakat tidak dapat berbuat apa-apa, kecuali berdiam dan terus berdiam diri," ujarnya.

"Semakin bertambah jumlah penduduk, jajaran kelurahan semakin membiarkan para pengusaha membangun perusahaan di tengah-tengah pemukiman," tambah Robet.

Kebakaran Pabrik Plastik Kosambi Tangerang BPLK ASN.Kavling Salembaran adalah masyarat gusuran bandara Soetta pada sekitar tahun 1977,masyarakat secara cuma-cuma diberikan tanah kavling oleh pemerintah ,setiap warga diberikam 10x15   untuk rumah bukan untuk pabrik.

Seiring kemajuan zaman dan bertbahnya jumlah penduduk, tanah kavling mengalami perubahan banyaknya pabrik yang berdiri detengah pemukiman padat penduduk, sekitar 30 persen sudah mengalami alih pungsi. Bahkan banayak home industri. Akibat pembiaran pemeritah daerah dan pemeritah setempat.     

> jar
Iklan Masyarakat

TerPopuler